Maulana Rifky Tambah Emas Indonesia di Asian Para Games 2026, Pecahkan Rekor Asia
Atlet para renang Indonesia, Maulana Rifky Yavianda, kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026. Ia berhasil meraih medali emas pada nomor 100 meter gaya punggung putra klasifikasi S12, Selasa (20/10/2026).
Berlaga di Nagoya City General Gymnasium, Jepang, Rifky tampil sebagai perenang tercepat dengan catatan waktu 1 menit 3,07 detik. Hasil tersebut bukan hanya mengantarkannya ke podium tertinggi, tetapi juga membuatnya mencatatkan rekor Asia pada nomor yang dipertandingkan.
Keberhasilan ini menambah koleksi medali emas Indonesia dalam pesta olahraga atlet penyandang disabilitas terbesar di Asia tersebut. Penampilan Rifky sekaligus menegaskan konsistensinya dalam persaingan para renang tingkat internasional.
Berdasarkan laporan ANTARA, kemenangan itu merupakan medali emas kedua yang diraih Rifky pada Asian Para Games 2026. Sehari sebelumnya, ia juga sukses menjadi juara nomor 100 meter gaya bebas putra klasifikasi S12.
Maulana Rifky Ungguli Wakil Jepang
Persaingan di final 100 meter gaya punggung S12 berlangsung ketat. Rifky harus menghadapi sejumlah perenang dari negara lain, termasuk Genki Saito yang mewakili tuan rumah Jepang.
Namun, perenang Indonesia tersebut mampu menyelesaikan perlombaan dengan waktu terbaik. Rifky mencatatkan waktu 1 menit 3,07 detik, unggul 0,69 detik dari Saito yang finis di posisi kedua dengan catatan 1 menit 3,76 detik.
Sementara itu, medali perunggu menjadi milik Dmitriy Khorlin dari Uzbekistan. Ia menuntaskan perlombaan dengan waktu 1 menit 5,77 detik.
Perenang Iran, Abadi Karimi Jahan, menempati posisi keempat dengan catatan 1 menit 11,32 detik. Adapun Shin-wei Lin dari Taiwan berada di urutan kelima setelah membukukan waktu 1 menit 18,49 detik.
Hasil tersebut memperlihatkan kemampuan Rifky dalam menjaga kecepatan dan menyelesaikan perlombaan di tengah persaingan ketat. Keunggulannya atas Saito juga memastikan Indonesia kembali menempati posisi tertinggi pada nomor tersebut.
Pecahkan Rekor Asia di Nomor 100 Meter Gaya Punggung
Selain meraih medali emas, pencapaian Rifky di Nagoya menjadi istimewa karena disertai rekor Asia. Catatan waktu 1 menit 3,07 detik yang dibukukannya pada final 100 meter gaya punggung putra klasifikasi S12 menjadi rekor baru untuk nomor tersebut.
Prestasi ini melengkapi penampilan impresifnya sepanjang dua hari pertama perebutan medali. Rifky tidak hanya mampu meraih kemenangan pada dua nomor berbeda, tetapi juga menunjukkan kapasitasnya untuk bersaing di level tertinggi Asia.
Keberhasilan tersebut menjadi tambahan penting bagi kontingen Indonesia yang tengah berjuang mengumpulkan medali di Aichi-Nagoya. Setiap kemenangan dari cabang para renang turut memperbesar peluang Merah Putih untuk memperbaiki pencapaian pada klasemen medali.
Raihan rekor Asia juga memberikan nilai tersendiri bagi perjalanan karier Rifky. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa hasil latihan dan persiapan yang dijalaninya mampu menghasilkan performa kompetitif di ajang internasional.
Sebelumnya Raih Emas di Nomor 100 Meter Gaya Bebas
Sebelum menjuarai nomor gaya punggung, Rifky lebih dahulu mempersembahkan medali emas bagi Indonesia melalui nomor 100 meter gaya bebas putra klasifikasi S12 pada Senin (19/10/2026).
Dalam perlombaan tersebut, ia mencatatkan waktu 55,34 detik dan menjadi perenang pertama yang menyentuh garis finis. Hasil itu mengawali perolehan emas Indonesia pada Asian Para Games 2026.
Dua kemenangan beruntun tersebut memperlihatkan konsistensi Rifky dalam menghadapi persaingan di kolam renang. Ia mampu mempertahankan performa dari nomor gaya bebas hingga gaya punggung, meskipun keduanya menuntut teknik dan pengaturan tenaga yang berbeda.
Medali emas pertama menjadi pembuka bagi perjuangan Indonesia dalam mengumpulkan medali. Sementara itu, kemenangan kedua Rifky memperkuat kontribusi cabang para renang terhadap pencapaian kontingen Merah Putih.
Dengan masih berlangsungnya kompetisi, Indonesia memiliki kesempatan untuk menambah medali dari berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan.
Indonesia Berpeluang Menambah Koleksi Medali
Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi panggung bagi atlet-atlet Indonesia untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam menghadapi pesaing dari berbagai negara Asia. Sejumlah cabang olahraga masih menyediakan peluang bagi kontingen Merah Putih untuk menambah perolehan medali.
Chef de Mission kontingen Indonesia, Reda Manthovani, sebelumnya menyampaikan optimisme bahwa Indonesia masih berpeluang mendapatkan tambahan emas. Cabang boccia dan para bulu tangkis termasuk di antara cabang yang diharapkan dapat memberikan kontribusi.
Selain itu, para renang juga menjadi salah satu cabang yang menghadirkan hasil positif bagi Indonesia melalui penampilan Maulana Rifky. Prestasinya di dua nomor sekaligus memberikan dorongan bagi atlet lain yang masih akan bertanding.
Raihan emas dan rekor Asia yang dibukukan Rifky menjadi salah satu sorotan dalam perjalanan Indonesia di Asian Para Games tahun ini. Keberhasilannya juga menunjukkan pentingnya persiapan, konsistensi, dan daya saing atlet dalam menghadapi kompetisi tingkat kontinental.
Perjuangan kontingen Indonesia masih berlanjut hingga berakhirnya Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 pada 24 Oktober mendatang. Dukungan masyarakat diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus memberikan penampilan terbaik dan membawa pulang prestasi bagi Indonesia.

