Olahraga

Persija Waspadai Kartu Merah saat Hadapi Persib, Mauricio Souza Minta Pemain Lebih Tenang

Persija Jakarta diminta tampil lebih disiplin saat menghadapi Persib Bandung dalam laga lanjutan Super League 2025/2026. Pelatih Persija, Mauricio Souza, mengingatkan anak asuhnya agar tidak kembali menerima kartu merah ketika menghadapi rival abadi mereka tersebut.

Pertandingan Persija kontra Persib selalu berlangsung panas dan sarat tensi tinggi. Karena itu, Mauricio meminta para pemain Macan Kemayoran menjaga emosi sepanjang pertandingan agar tim tidak kembali kehilangan pemain di tengah laga.

Persija memiliki pengalaman buruk saat bertemu Persib pada putaran pertama musim ini. Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Januari 2026, Bruno Tubarao menerima kartu merah setelah wasit memberikan dua kartu kuning. Situasi itu membuat Persija kesulitan mengembangkan permainan hingga akhirnya kalah 0-1 dari Persib.

Mauricio Souza menilai kartu merah menjadi salah satu faktor yang merugikan timnya pada pertemuan sebelumnya. Karena itu, ia berharap seluruh pemain mampu tampil lebih tenang dan fokus agar Persija dapat bermain dengan kekuatan penuh hingga peluit akhir berbunyi.

Pelatih asal Brasil tersebut juga menegaskan bahwa pertandingan melawan Persib membutuhkan konsentrasi tinggi. Ia meminta pemain tidak terpancing provokasi maupun tekanan pertandingan yang biasanya muncul dalam duel klasik sepak bola Indonesia itu.

Laga Persija melawan Persib memang dikenal sebagai salah satu pertandingan terbesar di Indonesia. Rivalitas kedua tim bahkan mendapat julukan Indonesian El Clasico karena sejarah panjang persaingan keduanya sejak era Perserikatan.

Selain rivalitas klub, duel Persija dan Persib juga selalu menyita perhatian suporter. Atmosfer pertandingan kerap berlangsung panas karena kedua tim memiliki basis pendukung besar, yakni The Jakmania dan Bobotoh Persib.

Dalam musim 2025/2026, Persija masih berupaya menjaga persaingan di papan atas klasemen Super League. Mauricio Souza ingin timnya meraih hasil maksimal saat menghadapi Persib agar peluang bersaing di jalur juara tetap terbuka.

Di sisi lain, Persib juga datang dengan motivasi tinggi setelah tampil konsisten sepanjang musim. Tim asuhan Bojan Hodak itu berstatus juara bertahan dan masih menjadi salah satu kandidat kuat perebut gelar musim ini.

Pertemuan Mauricio Souza dan Bojan Hodak juga menjadi sorotan tersendiri. Kedua pelatih sama-sama berusaha menerapkan strategi terbaik untuk memenangkan laga yang sarat gengsi tersebut.

Pengamat sepak bola menilai laga Persija kontra Persib tidak hanya bergantung pada kualitas teknik pemain, tetapi juga kemampuan menjaga mental dan kedisiplinan. Tim yang mampu mengontrol emosi biasanya memiliki peluang lebih besar untuk memenangkan pertandingan.

Persija diperkirakan akan mengandalkan agresivitas serangan sejak awal laga. Namun Mauricio tetap menekankan pentingnya disiplin bertahan dan menghindari pelanggaran yang tidak perlu. Ia tidak ingin timnya kembali kehilangan pemain akibat kartu merah seperti pada pertemuan sebelumnya.

Sementara itu, Persib diprediksi tetap tampil percaya diri dengan performa stabil yang mereka tunjukkan musim ini. Bojan Hodak kemungkinan mempertahankan pola permainan agresif untuk menekan pertahanan Persija sejak menit awal.

Laga Persija melawan Persib dipastikan kembali menghadirkan atmosfer panas dan tensi tinggi. Kedua tim sama-sama membutuhkan kemenangan demi menjaga posisi di papan klasemen Super League 2025/2026.

Publik sepak bola Indonesia kini menantikan apakah Persija mampu membalas kekalahan pada pertemuan pertama atau justru Persib kembali memperpanjang dominasi mereka dalam duel klasik penuh gengsi tersebut