Olahraga

3 Kontroversi Warnai Laga Dewa United vs Persib Bandung, Gol Janggal hingga Kartu Merah Jadi Sorotan

Jakarta – Pertandingan antara Dewa United dan Persib Bandung dalam lanjutan Super League 2025/2026 menyisakan sejumlah kontroversi. Duel yang berakhir imbang 2-2 ini tidak hanya menyuguhkan drama empat gol, tetapi juga keputusan-keputusan wasit yang menuai perdebatan luas.

Sejak awal pertandingan, tensi tinggi langsung terasa. Dewa United sebagai tuan rumah tampil agresif dan berhasil membuka keunggulan lebih dulu. Namun, gol pembuka tersebut justru memicu polemik pertama dalam laga ini.

Gol Pertama Dinilai Janggal

Kontroversi pertama muncul saat gol yang dicetak oleh Alex Martins pada menit ke-24. Proses gol bermula dari aksi Alexis Messidoro di sisi lapangan.

Dalam tayangan ulang, bola terlihat telah melewati garis lapangan sebelum Messidoro mengirim umpan silang. Meski demikian, wasit tetap mengesahkan gol tersebut setelah berkomunikasi dengan VAR.

Keputusan ini memicu protes dari kubu Persib yang menilai bola sudah keluar lapangan. Mereka menganggap gol tersebut seharusnya tidak sah. Namun, wasit tetap pada keputusannya dan Dewa United unggul 1-0 hingga akhir babak pertama.

Gol Kedua Kembali Picu Perdebatan

Kontroversi tidak berhenti di situ. Pada menit ke-61, Dewa United kembali mencetak gol melalui Ricky Kambuaya. Gol ini juga menuai sorotan karena diduga terjadi handball dalam prosesnya.

Bola hasil sapuan pemain Persib sempat mengenai tangan Alex Martins sebelum akhirnya mengarah ke Noah Sadaoui dan berujung gol.

Meski terdapat indikasi pelanggaran, wasit tetap mengesahkan gol tersebut. Keputusan ini kembali memancing reaksi keras dari pemain dan ofisial Persib Bandung yang merasa dirugikan oleh kepemimpinan wasit.

Dengan gol tersebut, Dewa United sempat unggul 2-0 dan berada di atas angin untuk mengamankan kemenangan.

Kartu Merah Alex Martins Tambah Drama

Kontroversi ketiga terjadi tidak lama setelah gol kedua. Wasit mengeluarkan kartu merah kepada Alex Martins setelah sebelumnya memberikan kartu kuning kedua.

Keputusan ini memunculkan tanda tanya karena alasan pelanggaran tidak terlihat jelas. Wasit sempat berdiskusi dengan perangkat pertandingan sebelum akhirnya mengusir pemain tersebut.

Kartu merah ini menjadi titik balik pertandingan. Dewa United harus bermain dengan 10 pemain, sementara Persib memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk meningkatkan tekanan.

Persib Bangkit dan Selamat dari Kekalahan

Situasi berubah drastis setelah kartu merah tersebut. Persib Bandung langsung mengambil inisiatif serangan dan berhasil memperkecil ketertinggalan melalui penalti Thom Haye pada menit ke-77.

Tekanan terus berlanjut hingga akhirnya Persib menyamakan kedudukan lewat gol Andrew Jung di menit ke-86. Hasil imbang 2-2 pun menutup laga penuh kontroversi ini.

Meskipun gagal meraih kemenangan, Persib tetap mempertahankan posisinya di puncak klasemen sementara. Sementara itu, Dewa United harus puas berbagi poin setelah sempat unggul dua gol.

Sorotan untuk Kepemimpinan Wasit

Tiga momen kontroversial dalam pertandingan ini menempatkan kinerja wasit sebagai sorotan utama. Mulai dari gol yang diduga sudah keluar lapangan, indikasi handball, hingga keputusan kartu merah, semuanya menjadi bahan perdebatan.

Sejumlah pengamat menilai penggunaan VAR seharusnya mampu memberikan keputusan yang lebih akurat. Namun dalam laga ini, keputusan yang diambil justru menimbulkan polemik berkepanjangan.

Hasil ini menunjukkan bahwa selain kualitas permainan, aspek kepemimpinan pertandingan juga memiliki pengaruh besar terhadap jalannya laga. Ke depan, evaluasi terhadap penggunaan teknologi dan keputusan wasit menjadi hal penting untuk menjaga fair play dalam kompetisi.