Jangan Asal Membeli Takjil, Kenali Ciri Makanan yang Mengandung Formalin dan Boraks
Bulan Ramadhan selalu identik dengan tradisi berburu takjil menjelang waktu berbuka puasa. Beragam jenis makanan dijual di pinggir jalan maupun di pasar takjil, mulai dari gorengan, kue basah, hingga berbagai makanan manis yang menggugah selera.
Namun di balik ramainya perdagangan makanan tersebut, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, masih ditemukan oknum pedagang yang menggunakan bahan kimia berbahaya seperti formalin dan boraks dalam produk makanan yang dijual.
Penggunaan kedua zat tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan karena sebenarnya bukan diperuntukkan sebagai bahan tambahan pangan. Oleh sebab itu, penting bagi konsumen untuk memahami ciri-ciri makanan yang mengandung formalin atau boraks agar tidak tertipu saat membeli takjil.
Bahaya Formalin dan Boraks dalam Makanan
Formalin merupakan larutan yang biasanya digunakan sebagai bahan pengawet untuk keperluan industri maupun laboratorium, misalnya untuk mengawetkan jaringan biologis. Zat ini tidak diperbolehkan digunakan dalam makanan karena bersifat toksik bagi tubuh manusia.
Sementara itu, boraks merupakan bahan kimia yang sering dipakai dalam industri pembersih, deterjen, hingga pembuatan keramik. Sama seperti formalin, boraks juga dilarang digunakan dalam makanan karena dapat menimbulkan gangguan kesehatan.
Paparan kedua bahan tersebut dalam jangka pendek dapat menyebabkan gangguan pencernaan, mual, muntah, hingga iritasi pada tubuh. Jika dikonsumsi dalam waktu lama, formalin dan boraks bahkan dapat menimbulkan kerusakan organ serta meningkatkan risiko penyakit serius.
Karena itu, pemerintah secara tegas melarang penggunaan formalin maupun boraks sebagai bahan tambahan makanan.
Mengapa Formalin dan Boraks Masih Digunakan?
Meskipun dilarang, sebagian pedagang nakal masih menggunakan formalin atau boraks dalam makanan. Alasannya biasanya berkaitan dengan daya tahan produk serta tampilan makanan yang lebih menarik.
Formalin sering dipakai agar makanan dapat bertahan lebih lama dan tidak cepat basi. Sementara itu, boraks biasanya ditambahkan untuk membuat tekstur makanan menjadi lebih kenyal dan tidak mudah hancur.
Beberapa jenis makanan yang sering disalahgunakan dengan bahan kimia tersebut antara lain:
- bakso
- mi basah
- tahu
- lontong
- kerupuk
- jajanan pasar
Produk makanan tersebut kerap menjadi bagian dari menu takjil yang dijual di berbagai tempat selama bulan Ramadhan.
Ciri-ciri Makanan yang Mengandung Formalin
Agar tidak tertipu saat membeli makanan, masyarakat perlu mengetahui tanda-tanda makanan yang kemungkinan mengandung formalin.
Berikut beberapa ciri yang dapat dikenali secara sederhana:
1. Tekstur Terlalu Kenyal atau Keras
Makanan yang diberi formalin sering memiliki tekstur yang lebih keras atau kenyal dibandingkan makanan normal. Misalnya bakso yang terlalu elastis atau mi yang tidak mudah putus.
2. Tidak Mudah Basi
Salah satu fungsi formalin adalah sebagai bahan pengawet. Jika makanan bisa bertahan sangat lama pada suhu ruang tanpa perubahan bau atau warna, hal tersebut patut dicurigai.
3. Aroma Tidak Alami
Makanan yang mengandung formalin sering memiliki bau yang tidak wajar atau bahkan sedikit menyengat.
4. Tampilan Terlalu Sempurna
Pada beberapa kasus, makanan yang diberi formalin terlihat terlalu segar dan tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan meskipun sudah disimpan cukup lama.
Ciri-ciri Makanan yang Mengandung Boraks
Selain formalin, masyarakat juga perlu mewaspadai penggunaan boraks dalam makanan.
Beberapa tanda makanan yang kemungkinan mengandung boraks antara lain:
1. Tekstur Sangat Kenyal
Boraks sering membuat makanan menjadi sangat kenyal dan tidak mudah hancur.
2. Warna Lebih Cerah dari Normal
Makanan yang mengandung boraks terkadang memiliki warna yang lebih cerah atau menarik dibandingkan produk alami.
3. Tidak Mudah Rusak
Sama seperti formalin, boraks juga dapat membuat makanan lebih tahan lama.
4. Rasa yang Tidak Biasa
Pada beberapa kasus, makanan yang mengandung boraks memiliki rasa yang sedikit pahit atau tidak wajar.
Tips Aman Membeli Takjil
Untuk menghindari risiko mengonsumsi makanan berbahaya, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan masyarakat saat membeli takjil.
1. Perhatikan Penampilan Makanan
Hindari makanan yang terlihat terlalu sempurna atau memiliki warna yang mencurigakan.
2. Pilih Pedagang yang Terpercaya
Usahakan membeli makanan dari pedagang yang sudah dikenal atau memiliki reputasi baik.
3. Perhatikan Kebersihan
Pedagang yang menjaga kebersihan biasanya juga lebih memperhatikan kualitas makanan yang dijual.
4. Gunakan Indra Penciuman
Jika makanan memiliki aroma aneh atau menyengat, sebaiknya jangan dibeli.
5. Pilih Makanan yang Baru Dibuat
Makanan segar yang baru dimasak biasanya lebih aman dibandingkan makanan yang sudah lama disimpan.
Peran Konsumen dalam Mengawasi Keamanan Pangan
Kesadaran masyarakat sangat penting dalam mencegah peredaran makanan yang mengandung bahan berbahaya.
Dengan memahami ciri-ciri makanan yang mengandung formalin atau boraks, konsumen dapat lebih selektif dalam memilih produk yang akan dikonsumsi.
Jika menemukan makanan yang mencurigakan, masyarakat juga dapat melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti.
Langkah ini penting untuk melindungi kesehatan masyarakat sekaligus mendorong pedagang agar mematuhi aturan keamanan pangan.

