Hukum & KeamananNasional

Satgas Damai Cartenz Identifikasi Dua DPO dalam Kasus Penembakan Tiga ASN Jayawijaya

JAYAPURA – Perkembangan baru muncul dalam penyelidikan kasus penembakan tiga aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 mengidentifikasi dua orang berinisial PN dan KT yang diduga berkaitan dengan aksi penembakan tersebut.

Identifikasi dilakukan setelah aparat mencocokkan rekaman video call yang beredar di media sosial dengan data serta ciri-ciri fisik yang telah dimiliki kepolisian. Hasil pencocokan tersebut menjadi petunjuk penting bagi aparat untuk mempersempit pencarian terhadap pihak yang diduga terlibat.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menyampaikan bahwa kepolisian telah memastikan dua orang yang terlihat dalam rekaman tersebut merupakan PN dan KT yang sebelumnya sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Dua Orang yang Teridentifikasi Masuk DPO

Menurut kepolisian, PN dan KT merupakan anggota kelompok bersenjata Kodap III Ndugama yang dipimpin Egianus Kogoya. Keduanya bukan nama baru dalam penyelidikan aparat karena telah dikaitkan dengan sejumlah perkara kekerasan yang terjadi di wilayah Papua Pegunungan.

Penetapan keduanya sebagai DPO membuat temuan terbaru tersebut menjadi bagian penting dari pengembangan kasus. Polisi kini masih melakukan pengejaran untuk mengetahui keberadaan PN dan KT sekaligus mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Kombes Pol. Yusuf menjelaskan bahwa proses identifikasi tidak dilakukan hanya berdasarkan dugaan. Aparat terlebih dahulu membandingkan materi visual yang beredar dengan data kepolisian dan karakteristik individu yang telah masuk dalam daftar buronan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari penyidikan untuk memastikan setiap informasi yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Polisi juga masih mengembangkan bukti dan informasi lain untuk mengungkap rangkaian peristiwa secara lebih menyeluruh.

Tiga ASN Diserang Saat Menjalankan Tugas

Kasus penembakan tersebut terjadi pada 9 September 2026. Ketiga korban merupakan ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang sedang menjalankan kegiatan pelayanan kepada masyarakat.

Ketiganya diketahui tengah melakukan sejumlah kegiatan, antara lain menyalurkan bantuan ternak, melakukan pengecekan lahan cetak sawah, serta memberikan penyuluhan mengenai peternakan.

Setelah menyelesaikan kegiatan, para korban kemudian melakukan perjalanan kembali menuju Wamena. Dalam perjalanan, kendaraan yang mereka gunakan diduga dihentikan oleh kelompok bersenjata.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun aparat, para korban diperintahkan turun dari kendaraan dan kemudian digiring ke bagian belakang mobil. Tidak lama setelah itu, terdengar suara tembakan.

Ketiga ASN tersebut kemudian meninggal dunia akibat serangan tersebut. Para pelaku diduga meninggalkan lokasi dengan membawa dua pucuk senjata api laras panjang serta senjata tajam berupa parang.

Peristiwa ini mendapat perhatian serius karena korban merupakan aparatur pemerintah yang sedang menjalankan pekerjaan untuk kepentingan masyarakat. Serangan tersebut juga meningkatkan kekhawatiran mengenai keamanan aktivitas pemerintahan di wilayah yang masih menghadapi persoalan keamanan.

Polisi Telusuri Keterkaitan dengan Kasus Sebelumnya

Dalam pengembangan penyidikan, polisi menyebut PN dan KT diduga memiliki keterkaitan dengan sejumlah kasus kekerasan sebelumnya.

Keduanya disebut pernah dikaitkan dengan insiden penembakan pada Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) di Jayawijaya pada 8 Agustus 2026. Dalam kejadian tersebut, dua warga sipil dilaporkan mengalami luka akibat tembakan.

Selain itu, aparat juga mengaitkan keduanya dengan kasus penyanderaan pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens, di Kabupaten Nduga pada 2023. Pilot tersebut kemudian berhasil dibebaskan pada 2024.

Kepolisian masih terus mendalami keterkaitan kedua DPO tersebut dengan berbagai perkara yang pernah terjadi. Informasi mengenai rekam jejak tersebut menjadi bagian dari pengembangan penyidikan dan belum berarti seluruh rangkaian perkara telah selesai dibuktikan di pengadilan.

Penebalan Pengamanan Dilakukan di Wamena

Setelah terjadinya penembakan, Satgas Operasi Damai Cartenz melakukan penebalan personel di wilayah Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Penambahan kekuatan tersebut ditujukan untuk menjaga keamanan sekaligus mendukung proses pencarian terhadap PN, KT, dan pihak lain yang diduga terlibat.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Faizal Ramadhani, mengatakan setiap informasi yang diterima akan didalami dan ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum. Aparat juga terus mengembangkan alat bukti untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam kasus tersebut.

Menurut kepolisian, proses penegakan hukum akan dilakukan secara profesional dan sesuai ketentuan yang berlaku. Apabila dalam proses pengejaran aparat menghadapi perlawanan bersenjata, tindakan penegakan hukum akan dilakukan secara tegas dan terukur sesuai prosedur.

Polisi Minta Masyarakat Tetap Tenang

Di tengah pencarian terhadap para DPO, kepolisian meminta masyarakat Jayawijaya, khususnya warga Wamena, agar tetap tenang.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

Imbauan tersebut dinilai penting karena kasus penembakan tersebut mendapat perhatian luas dan informasi mengenai pelaku maupun perkembangan pencarian dapat dengan cepat beredar melalui media sosial.

Masyarakat yang memiliki informasi mengenai keberadaan DPO juga diminta menyampaikannya kepada aparat. Kepolisian menyatakan akan menjaga kerahasiaan identitas masyarakat yang memberikan informasi untuk membantu pengungkapan kasus.

Dengan cara tersebut, masyarakat dapat membantu proses penegakan hukum tanpa harus mengambil tindakan sendiri yang justru berpotensi membahayakan keselamatan.

Aparat Pemerintah Diminta Berkoordinasi

Satgas Damai Cartenz juga mengingatkan petugas kedinasan maupun instansi pemerintah yang hendak menjalankan kegiatan lapangan di wilayah rawan agar terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan aparat keamanan setempat.

Koordinasi diperlukan untuk mengetahui kondisi keamanan terkini dan memastikan kegiatan pelayanan masyarakat dapat berlangsung dengan dukungan pengamanan yang memadai.

Hal ini menjadi perhatian setelah tiga ASN menjadi korban ketika sedang menjalankan tugas yang berkaitan dengan pelayanan dan program pembangunan di masyarakat.

Kegiatan seperti penyaluran bantuan, pemeriksaan lahan, serta penyuluhan kepada masyarakat tetap membutuhkan akses ke lapangan. Karena itu, aspek keamanan perlu menjadi bagian dari perencanaan sebelum petugas melaksanakan kegiatan di daerah yang memiliki risiko keamanan.

Jenazah Tiga Korban Telah Dipulangkan

Setelah proses evakuasi dan penanganan di Jayawijaya, ketiga jenazah korban telah dipulangkan ke daerah asal masing-masing.

Satu jenazah diberangkatkan pada Kamis, 10 September 2026. Dua jenazah lainnya kemudian dipulangkan pada Jumat, 11 September 2026.

Pemulangan tersebut menjadi tahap penting bagi keluarga korban untuk dapat memberikan penghormatan terakhir kepada anggota keluarga mereka.

Di sisi lain, proses hukum terhadap kasus penembakan masih berlanjut. Aparat tidak hanya mengejar dua orang yang telah berhasil diidentifikasi, tetapi juga berupaya mengetahui secara utuh siapa saja yang terlibat dalam serangan tersebut.

Pengejaran terhadap DPO Masih Berlangsung

Identifikasi PN dan KT menjadi perkembangan terbaru dalam kasus penembakan tiga ASN Jayawijaya. Meski identitas dua orang yang terlihat dalam rekaman video telah diketahui, keberadaan keduanya masih dalam pencarian aparat.

Satgas Damai Cartenz menyatakan pengejaran dan pengembangan informasi akan terus dilakukan. Setiap petunjuk akan diperiksa untuk membantu mengungkap peran masing-masing pihak dalam kasus tersebut.

Kepolisian juga mengajak masyarakat tidak mengambil kesimpulan sendiri berdasarkan informasi yang beredar di media sosial. Perkembangan penyidikan akan disampaikan melalui sumber resmi agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat.

Kasus ini sekaligus memperlihatkan pentingnya keamanan bagi aparatur pemerintah yang menjalankan tugas di wilayah rawan. Pelayanan masyarakat tetap harus berjalan, tetapi keselamatan petugas juga harus menjadi perhatian utama.

Untuk sementara, aparat masih berfokus pada pencarian PN dan KT serta pendalaman terhadap kemungkinan adanya pelaku lain. Masyarakat Jayawijaya diharapkan tetap tenang dan memberikan dukungan terhadap proses hukum yang sedang berjalan.

Dengan identifikasi dua DPO tersebut, Satgas Damai Cartenz kini memiliki petunjuk baru dalam mengungkap kasus penembakan tiga ASN di Jayawijaya. Penegakan hukum selanjutnya diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai rangkaian peristiwa, pihak-pihak yang terlibat, serta memastikan kasus tersebut diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.