BCA Tebar Dividen Rp336 per Saham dari Laba Tahun Buku 2025
Bank swasta terbesar di Indonesia, PT Bank Central Asia Tbk dengan kode saham BBCA, resmi mengumumkan pembagian dividen tunai kepada para pemegang saham untuk tahun buku 2025. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Kamis (12/3/2026).
Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebesar Rp336 per saham. Nilai tersebut berasal dari total laba bersih perusahaan sepanjang tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp57,5 triliun.
Pembagian dividen tersebut mencerminkan dividend payout ratio sekitar 72 persen, yang berarti sebagian besar keuntungan perusahaan dibagikan kepada para investor sebagai bentuk apresiasi atas dukungan mereka terhadap kinerja perusahaan.
Total Dividen Capai Lebih dari Rp41 Triliun
Jika dihitung secara keseluruhan, jumlah dividen yang akan dibagikan oleh BCA kepada para pemegang saham mencapai sekitar Rp41,3 triliun. Angka tersebut menjadikan pembagian dividen tahun buku 2025 sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah perusahaan.
Dividen yang diumumkan dalam RUPST ini juga sudah termasuk dividen interim sebesar Rp55 per saham yang sebelumnya telah dibayarkan kepada pemegang saham pada 22 Desember 2025.
Dengan demikian, sisa dividen yang masih akan dibayarkan kepada investor mencapai Rp281 per saham. Pembayaran tersebut akan dilakukan kepada pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal pencatatan yang nantinya ditetapkan oleh direksi perusahaan.
Rasio Dividen Lebih Tinggi dari Tahun Sebelumnya
Besaran dividen yang dibagikan BCA pada tahun ini menunjukkan peningkatan dibandingkan periode sebelumnya. Rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio tahun buku 2025 mencapai sekitar 72 persen, lebih tinggi dibandingkan rasio pembayaran pada tahun sebelumnya yang berada di kisaran 67,4 persen.
Peningkatan tersebut mencerminkan kinerja keuangan BCA yang solid sepanjang tahun 2025. Pertumbuhan bisnis bank ini didukung oleh peningkatan penyaluran kredit serta penguatan berbagai layanan perbankan digital.
Selain itu, BCA bersama entitas anaknya juga mencatat pertumbuhan kredit yang positif sepanjang tahun 2025. Total kredit yang disalurkan mencapai sekitar Rp993 triliun hingga akhir tahun, menunjukkan ekspansi bisnis yang terus berlanjut di sektor perbankan nasional.
Sisa Laba Digunakan untuk Penguatan Modal
Selain membagikan sebagian besar laba sebagai dividen, perusahaan juga memutuskan untuk menahan sebagian keuntungan sebagai laba ditahan. Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung ekspansi bisnis BCA di masa depan, termasuk pengembangan layanan digital, peningkatan kapasitas kredit, serta penguatan infrastruktur teknologi.
Strategi ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga stabilitas keuangan di tengah dinamika ekonomi global yang masih berfluktuasi.
Prospek Pembagian Dividen ke Depan
Selain membahas pembagian dividen tahun buku 2025, manajemen BCA juga memberikan sinyal mengenai potensi pembagian dividen interim pada tahun buku 2026.
Manajemen menyebutkan bahwa perusahaan berpeluang membagikan dividen interim hingga tiga kali dalam satu tahun, tergantung pada kondisi keuangan perusahaan dan persetujuan dari dewan komisaris.
Jika rencana tersebut terealisasi, kebijakan ini dapat memberikan fleksibilitas lebih besar bagi investor dalam menerima pembagian keuntungan perusahaan secara berkala.
Menarik Perhatian Investor Pasar Modal
Pengumuman pembagian dividen sebesar Rp336 per saham menjadi kabar positif bagi investor di pasar modal. Saham BCA selama ini dikenal sebagai salah satu saham perbankan unggulan di Bursa Efek Indonesia yang konsisten mencatat kinerja stabil.
Kebijakan dividen yang relatif besar juga memperkuat reputasi perusahaan sebagai emiten yang memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.
Bagi investor, pembagian dividen bukan hanya mencerminkan kinerja keuangan yang sehat, tetapi juga menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga kepercayaan pemegang saham dalam jangka panjang.
Dengan kinerja yang tetap solid serta strategi bisnis yang terus berkembang, BCA diperkirakan masih akan menjadi salah satu emiten perbankan yang menarik perhatian investor di pasar modal Indonesia.

