Ekonomi

Bukalapak Balikkan Kerugian Jadi Laba Rp3,1 Triliun pada 2025

Jakarta – PT Bukalapak.com Tbk berhasil mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang tahun 2025. Perusahaan teknologi tersebut mampu membalikkan posisi kerugian menjadi laba bersih sebesar sekitar Rp3,1 triliun, setelah pada tahun sebelumnya masih mencatatkan kerugian.

Perbaikan kinerja ini menunjukkan transformasi bisnis yang dijalankan perusahaan mulai memberikan hasil. Lonjakan pendapatan serta kontribusi dari sejumlah segmen bisnis menjadi faktor utama yang mendorong Bukalapak kembali mencetak keuntungan.

Bukalapak merupakan perusahaan teknologi Indonesia yang berdiri sejak 2010 dan berkembang menjadi salah satu platform e-commerce besar di Tanah Air dengan jutaan pengguna serta mitra usaha kecil yang terhubung dalam ekosistem digitalnya.

Pendapatan Bukalapak Melonjak 46 Persen

Sepanjang 2025, Bukalapak membukukan pendapatan sebesar sekitar Rp6,5 triliun. Angka tersebut meningkat sekitar 46 persen dibandingkan pendapatan tahun 2024 yang tercatat sekitar Rp4,5 triliun.

Pertumbuhan pendapatan ini menjadi salah satu faktor utama yang mendorong perubahan kinerja perusahaan dari rugi menjadi laba.

Selain itu, Bukalapak juga mencatat peningkatan dalam beberapa indikator kinerja operasional. Perusahaan berhasil memperbaiki rasio efisiensi serta menekan kerugian operasional secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Adjusted EBITDA perusahaan, misalnya, membaik dari minus sekitar Rp340 miliar pada 2024 menjadi minus sekitar Rp62 miliar pada 2025. Perbaikan ini menunjukkan bahwa operasional bisnis perusahaan semakin efisien dan mendekati titik profitabilitas.

Bisnis Gaming Jadi Kontributor Terbesar

Salah satu faktor penting di balik peningkatan pendapatan Bukalapak adalah pertumbuhan pesat dari segmen bisnis gaming.

Pada 2025, segmen gaming menghasilkan pendapatan sekitar Rp5,34 triliun. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp1,75 triliun.

Segmen ini mencakup penjualan berbagai produk digital seperti voucher game, kredit permainan, dan layanan hiburan digital lainnya.

Sementara itu, beberapa segmen bisnis lain juga memberikan kontribusi terhadap pendapatan perusahaan, meskipun nilainya tidak sebesar sektor gaming.

Segmen online-to-offline (O2O) tercatat menghasilkan pendapatan sekitar Rp810 miliar, sedangkan segmen ritel menyumbang sekitar Rp301 miliar.

Selain itu, pendapatan juga berasal dari segmen investasi sekitar Rp69 miliar dan segmen korporasi sekitar Rp46 miliar.

Strategi Penguatan Bisnis Jangka Panjang

Manajemen Bukalapak menilai tahun 2025 menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk memperkuat fondasi bisnis jangka panjang.

Direktur Bukalapak, Victor Putra Lesmana, menyampaikan bahwa perusahaan terus fokus pada strategi yang dapat meningkatkan nilai bagi para pemangku kepentingan sekaligus menjaga keberlanjutan pertumbuhan bisnis.

Strategi tersebut mencakup pengembangan ekosistem digital, optimalisasi platform, serta pemanfaatan peluang di sektor produk digital yang terus berkembang di Indonesia.

Bukalapak juga terus memperkuat layanan bagi para mitra usaha kecil dan menengah melalui ekosistem digital yang terintegrasi. Upaya ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan sekaligus meningkatkan transaksi dalam platform.

Kondisi Keuangan Perusahaan Menguat

Selain mencatat laba, kondisi keuangan Bukalapak juga menunjukkan perbaikan.

Total aset perusahaan tercatat sekitar Rp26,03 triliun pada 2025, meningkat dibandingkan sekitar Rp24,79 triliun pada tahun sebelumnya.

Di sisi lain, total liabilitas berhasil ditekan menjadi sekitar Rp717 miliar dari sebelumnya sekitar Rp1,09 triliun. Sementara itu, ekuitas perusahaan meningkat menjadi sekitar Rp25,31 triliun.

Bukalapak juga memiliki cadangan kas, setara kas, serta investasi likuid sekitar Rp17,8 triliun. Posisi keuangan ini memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk mendukung ekspansi bisnis dan inovasi produk ke depan.

Dengan kinerja yang semakin membaik, Bukalapak optimistis dapat terus memperkuat posisinya dalam industri ekonomi digital Indonesia. Perusahaan juga menargetkan pertumbuhan berkelanjutan dengan memanfaatkan peluang di sektor teknologi dan layanan digital yang terus berkembang.