Polri Bongkar Markas Judi Online Internasional di Hayam Wuruk, 321 WNA Diamankan
Kepolisian Republik Indonesia kembali menunjukkan keseriusannya dalam memberantas praktik judi online yang semakin meresahkan masyarakat. Tim gabungan Bareskrim Polri bersama Polda Metro Jaya berhasil membongkar aktivitas perjudian online berskala internasional di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Dalam operasi besar tersebut, aparat mengamankan ratusan warga negara asing yang diduga terlibat dalam pengelolaan jaringan judi online lintas negara.
Pengungkapan kasus ini menjadi salah satu operasi terbesar yang dilakukan aparat penegak hukum sepanjang 2026. Sebanyak 321 warga negara asing diamankan dari sebuah gedung perkantoran yang dijadikan pusat operasional judi online internasional. Penindakan tersebut dilakukan pada Kamis, 7 Mei 2026, setelah aparat melakukan investigasi mendalam selama beberapa waktu.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Wira Satya Triputra menjelaskan para pelaku ditangkap saat sedang menjalankan aktivitas perjudian online. Polisi melakukan operasi tangkap tangan ketika para operator masih aktif mengelola sistem perjudian digital dari dalam gedung tersebut.
Menurut Wira, pengungkapan ini merupakan bentuk nyata pelaksanaan program pemerintah dalam memberantas penyakit masyarakat, termasuk praktik judi online yang saat ini menjadi perhatian serius nasional. Ia menyebut langkah tersebut juga sejalan dengan visi Asta Cita yang menekankan pentingnya perlindungan masyarakat dan penguatan penegakan hukum.
Dari ratusan warga negara asing yang diamankan, mayoritas berasal dari Vietnam dan China. Selain itu, polisi juga menemukan pelaku dari beberapa negara lain seperti Laos, Myanmar, Malaysia, Thailand, dan Kamboja. Berdasarkan data sementara, terdapat 228 warga negara Vietnam, 57 warga negara China, 11 warga negara Laos, 13 warga negara Myanmar, tiga warga negara Malaysia, lima warga negara Thailand, dan tiga warga negara Kamboja.
Polisi menduga jaringan tersebut merupakan bagian dari sindikat perjudian online internasional yang menjadikan Indonesia sebagai lokasi operasional. Aktivitas mereka dilakukan secara terorganisasi menggunakan sistem digital modern dengan target pasar lintas negara.
Dalam penggerebekan tersebut, aparat menemukan berbagai fasilitas operasional yang digunakan untuk menjalankan bisnis perjudian online. Polisi menyita komputer, laptop, telepon seluler, server, paspor, hingga sejumlah uang tunai dari berbagai negara. Selain itu, aparat juga menemukan beberapa brankas yang diduga digunakan untuk menyimpan dokumen penting dan dana operasional jaringan tersebut.
Tak hanya itu, penyidik juga menemukan puluhan situs dan domain perjudian online yang dioperasikan dari lokasi tersebut. Dari hasil pemeriksaan awal, setidaknya terdapat 75 domain dan website yang diduga digunakan sebagai sarana perjudian online internasional. Para pelaku diketahui menggunakan berbagai metode kamuflase digital untuk menyembunyikan aktivitas ilegal mereka dari pantauan aparat penegak hukum.
Kasus ini memperlihatkan bagaimana praktik judi online kini berkembang semakin kompleks dengan memanfaatkan teknologi digital dan jaringan lintas negara. Para pelaku tidak hanya menggunakan server dan perangkat canggih, tetapi juga menerapkan sistem komunikasi tertutup untuk menghindari pelacakan aparat.
Polri menilai pengungkapan tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia tidak akan memberikan ruang bagi jaringan perjudian online internasional. Apalagi praktik judi online selama ini dianggap berdampak besar terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
Dalam beberapa tahun terakhir, judi online memang menjadi perhatian serius pemerintah. Banyak masyarakat yang menjadi korban kecanduan perjudian digital hingga mengalami kerugian finansial besar. Tidak sedikit pula kasus kriminalitas lain yang muncul akibat praktik judi online, mulai dari penipuan, pencurian, hingga pinjaman ilegal.
Karena itu, pemerintah bersama aparat penegak hukum terus memperkuat langkah pemberantasan judi online melalui berbagai operasi siber dan penindakan langsung di lapangan. Pengungkapan markas judi online di Hayam Wuruk dianggap menjadi salah satu operasi penting dalam upaya tersebut.
Selain menangkap para operator lapangan, polisi juga masih memburu pihak-pihak yang diduga menjadi pengendali utama jaringan tersebut. Brigjen Wira mengatakan penyidik saat ini terus mendalami kemungkinan adanya sponsor atau pihak tertentu yang mendatangkan para warga negara asing tersebut ke Indonesia untuk bekerja dalam jaringan judi online.
“Kami akan melakukan penelusuran terhadap para sponsor yang mendatangkan mereka dari luar negeri,” ujar Wira dalam konferensi pers di lokasi penggerebekan.
Penyidik menduga ada pihak yang secara sistematis merekrut para pekerja asing untuk menjalankan operasional perjudian online di Indonesia. Sebagian dari mereka bahkan diduga sudah mengetahui sejak awal bahwa pekerjaan yang dijalankan berkaitan dengan aktivitas judi online.
Polisi juga memastikan penyelidikan tidak berhenti pada para operator yang sudah diamankan. Aparat kini fokus mengejar aktor utama atau bos besar di balik jaringan perjudian internasional tersebut. Menurut Wira, sejauh ini pihaknya baru menangkap para koordinator lapangan dan operator teknis.
“Pengusutan akan terus dilakukan sampai ke atasnya,” kata Wira menegaskan.
Dalam proses penanganan kasus ini, Polri bekerja sama dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta sejumlah lembaga terkait lainnya. Kerja sama lintas instansi dianggap penting karena kasus ini melibatkan banyak warga negara asing dan aktivitas digital lintas negara.
Pengungkapan markas judi online di Hayam Wuruk juga mendapat perhatian publik karena skala operasinya yang sangat besar. Banyak pihak menilai kasus tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi target empuk bagi jaringan perjudian online internasional karena jumlah pengguna internet yang terus meningkat.
Pengamat keamanan siber menilai praktik judi online saat ini semakin sulit diberantas karena para pelaku memanfaatkan teknologi canggih dan server luar negeri. Selain itu, mereka juga sering berpindah lokasi operasional untuk menghindari deteksi aparat penegak hukum.
Meski demikian, keberhasilan Polri mengungkap jaringan besar di Hayam Wuruk dianggap sebagai langkah penting dalam mempersempit ruang gerak sindikat perjudian digital. Operasi tersebut juga menjadi pesan tegas bahwa aparat akan terus mengejar pelaku perjudian online tanpa memandang kewarganegaraan mereka.
Selain aspek hukum, pemerintah juga terus mengingatkan masyarakat mengenai bahaya judi online. Aktivitas tersebut tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga dapat merusak kondisi ekonomi keluarga dan kesehatan mental pelaku.
Banyak korban judi online yang mengalami kecanduan hingga kehilangan pekerjaan, terlilit utang, bahkan terlibat tindakan kriminal demi mendapatkan uang untuk bermain judi. Karena itu, pemerintah terus mendorong edukasi kepada masyarakat agar tidak terjebak dalam praktik perjudian digital.
Kasus Hayam Wuruk sekaligus menjadi bukti bahwa bisnis judi online memiliki jaringan internasional dengan keuntungan sangat besar. Para pelaku memanfaatkan perkembangan teknologi internet untuk menjalankan operasional secara tersembunyi dan menjangkau pemain dari berbagai negara.
Hingga Sabtu, 9 Mei 2026, ratusan warga negara asing yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di bawah pengawasan aparat kepolisian. Polisi juga terus melakukan pendalaman terhadap barang bukti digital yang ditemukan di lokasi penggerebekan.
Penyidik kini berusaha menelusuri aliran dana, struktur jaringan, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam operasional perjudian online tersebut. Dengan besarnya skala kasus yang terungkap, aparat memperkirakan proses penyidikan akan berlangsung cukup panjang.
Pengungkapan markas judi online internasional di Hayam Wuruk menjadi salah satu operasi terbesar Polri tahun ini. Langkah tersebut sekaligus memperlihatkan komitmen aparat dalam menjaga keamanan ruang digital Indonesia dari aktivitas ilegal yang merugikan masyarakat dan negara.

