Politik

Sugiono Perintahkan Pencopotan Atribut Partai Gerindra Usai Peringatan HUT ke‑18

Jakarta — Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono, memerintahkan seluruh jajaran kader partai untuk segera mencopot atribut dan bendera Partai Gerindra yang dipasang di berbagai ruas jalan setelah perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke‑18 Partai Gerindra selesai digelar. Instruksi ini disampaikan usai perayaan yang berlangsung pada Jumat malam, 6 Februari 2026, di kediaman Ketua Umum partai, Prabowo Subianto, di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan.

Menurut Sugiono, pemasangan atribut tersebut awalnya dimaksudkan sebagai bagian dari perayaan dan simbol semangat atas perjalanan panjang partai yang telah berdiri sejak 2008. Namun, ia menyadari pemasangan atribut di ruang publik sempat memicu respons dan kritik dari warga, yang merasa keberadaan spanduk dan bendera itu mengganggu kenyamanan.

“Saya meminta kepada seluruh kader dan pengurus partai untuk membersihkan atribut‑atribut yang terpasang setelah acara selesai,” kata Sugiono usai acara perayaan tersebut. Ia melanjutkan bahwa instruksi ini diberlakukan demi menghormati ketertiban umum serta ruang publik yang digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Permintaan Maaf kepada Masyarakat

Dalam keterangannya, Sugiono juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dialami masyarakat akibat pemasangan atribut partai tersebut. Ia menjelaskan bahwa kegiatan pemasangan itu semata dilakukan sebagai ungkapan kegembiraan atas usia partai yang kini mencapai 18 tahun, dan bukan dimaksudkan untuk mengganggu ruang publik atau aktivitas warga.

“Kami memohon maaf apabila ada pihak yang merasa terganggu oleh atribut‑atribut dan bendera partai yang terpasang di beberapa titik,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa partai menghormati ruang publik dan bermaksud menjaga hubungan baik dengan masyarakat luas.

Sugiono menambahkan bahwa instruksi pencopotan atribut akan dijalankan tidak hanya di Jakarta, tetapi juga oleh seluruh struktur partai di daerah. Ia menegaskan bahwa Gerindra adalah organisasi dengan struktur yang solid dan mampu menjalankan instruksi secara efektif hingga tingkat bawah.

Latar Belakang Pemasangan Atribut

Pemasangan bendera dan spanduk Partai Gerindra sebelumnya terjadi di sejumlah ruas jalan di Jakarta dan sekitarnya menjelang dan selama peringatan HUT ke‑18 partai. Beragam atribut ini mencolok di beberapa titik, dan sejumlah unggahan media sosial menunjukkan kritik dari warga yang merasa pemasangan tersebut terlalu masif dan mengganggu aktivitas sehari‑hari di ruang publik.

Beberapa netizen menyuarakan pendapat mereka melalui platform daring, menyatakan bahwa pemasangan bendera di sepanjang jalan ramai dianggap mengganggu pemandangan dan mobilitas. Tanggapan tersebut turut menjadi pertimbangan bagi partai ketika memutuskan merespon aspirasi publik dengan menginstruksikan pembongkaran atribut yang sudah terpasang.

Penegasan Nilai Partai

Selain perintah pencopotan atribut, Sugiono juga menegaskan kembali nilai‑nilai yang dipegang oleh Partai Gerindra dalam perayaan HUT tahun ini. Dalam kesempatan terpisah saat perayaan, ia mengingatkan kader agar tetap kompak, bergerak, dan berdampak dalam menjalankan peran politik dan sosial mereka. Tema HUT yang diusung tahun ini, “Kompak, Bergerak, Berdampak”, mencerminkan komitmen partai untuk terlibat aktif dalam kehidupan masyarakat luas dan memberi nilai tambah bagi publik.

Ia juga menggarisbawahi bahwa perjuangan partai tidak sekadar soal slogan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan konkret yang dirasakan oleh rakyat. Nilai‑nilai ini tetap menjadi landasan bagi kader Gerindra dalam berkontribusi terhadap pembangunan bangsa.

Reaksi dan Harapan

Instruksi pencopotan atribut setelah perayaan HUT mendapat beragam tanggapan dari publik. Sebagian pihak menyambut langkah tersebut sebagai bentuk respons cepat terhadap aspirasi warga dan menghormati ruang publik. Mereka menyatakan bahwa langkah ini menunjukkan bahwa partai politik juga harus sensitif terhadap kenyamanan masyarakat. Sementara itu, sebagian lain melihatnya sebagai bentuk kedewasaan organisasi politik dalam merespon kritik dan masukan publik.

Dengan instruksi itu, partai berharap situasi di ruang publik cepat kembali normal dan tidak lagi memicu respons negatif dari warga. Sugiono mengatakan bahwa monitoring akan terus dilakukan untuk menjamin proses pencopotan atribut berjalan lancar di seluruh wilayah.

Langkah pencopotan atribut partai ini sekaligus mencerminkan upaya institusi politik dalam menyeimbangkan perayaan internal dengan kepatuhan terhadap norma sosial, sekaligus menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat umum.