Militer Iran “Kekalahan Sudah Pasti”? Panglima Iran Kecam Klaim Musuh
Teheran — Panglima Angkatan Darat Republik Islam Iran, Mayor Jenderal Amir Hatami, mengecam keras klaim bahwa militer negaranya akan kalah dalam konflik berskala besar dengan kekuatan luar, menyebut pernyataan seperti itu sebagai angapan yang salah dan tidak realistis. Hal ini disampaikan dalam sebuah upacara militer di Teheran saat ketegangan meningkat antara Iran, Amerika Serikat, dan sekutu regionalnya.
Pernyataan Hatami muncul setelah sejumlah laporan media yang menggambarkan proyeksi kekuatan militer negara‑negara Barat dan sekutu Israel terhadap posisi Teheran. Panglima Iran menegaskan bahwa klaim kalahnya militer Iran sama sekali tidak menghitung faktor kesiapan, kemampuan pertahanan, serta perlawanan yang telah diperlihatkan pasukannya.
Panglima Iran: Lawan Silap Mengira Kita Mudah Dibungkam
Mayor Jenderal Hatami menyindir kelompok yang meremehkan kemampuan Iran untuk bertahan dalam konflik bersenjata. Menurutnya, lawan sama sekali “tidak menyangka negara ini bisa menunjukkan steadfastness (keteguhan)” meskipun menghadapi penempatan besar kekuatan militer asing di kawasan. Pernyataan ini juga menunjukkan upaya Iran untuk mempertahankan narasi kekuatan dan legitimasinya di depan publik domestik di tengah ketidakpastian geopolitik.
Iran selama ini berada di bawah tekanan yang meningkat karena kebijakan luar negeri serta program nuklirnya, yang memicu sanksi berat dan kekhawatiran akan kemungkinan konfrontasi militer. Di satu sisi, pemerintah Teheran tetap menegaskan kemampuan pertahanannya—termasuk kesiapan pasukan dan sistem senjata rudal—sebagai garis utama strategi deterrent terhadap potensi serangan dari luar.
Konflik Regional dan Klaim Kalah Tak Didukung Data
Laporan semacam “kekalahan sudah pasti bagi militer Iran” sering bermunculan dalam analisis spekulatif media dan komentar pihak luar yang merujuk pada neraca kekuatan militer antara Iran dengan Amerika Serikat atau sekutu Israel. Namun analis strategi militer dan konflik menilai bahwa prediksi semacam itu jauh dari realitas kompleks perang modern.
Beberapa faktor yang memengaruhi kemampuan bertahan Iran termasuk:
- Kekuatan rudal balistik dan drone yang menjadi andalan pertahanan strategis
- Strategi asimetris dan aliansi regional
- Pengalaman konflik berkepanjangan dengan berbagai aktor proxy di kawasan
Skenario peperangan antara negara dengan kemampuan militer sangat timpang bukan hanya soal angka, tetapi juga taktik, dukungan sekutu, dan dinamika geopolitik yang kompleks.
Iran Tegaskan Kesiapan dan Ketahanan
Selain menyanggah narasi “kekalahan sudah pasti”, pejabat Iran juga berulang kali menegaskan kesiapan negaranya untuk merespons agresi apa pun — meskipun berskala terbatas. Pemerintah Teheran secara tegas menyatakan bahwa segala serangan dianggap agresi penuh dan akan dibalas sesuai konstitusi mereka, yang menunjukkan politik pertahanan yang keras di tengah ancaman konflik signifikan.
Narasi ini bukan hanya bicara soal kemampuan militer konvensional, tetapi juga soal keinginan politik Iran untuk tidak menyerah pada tekanan luar, sesuatu yang terus ditegaskan oleh pemimpin militer dan politiknya.
