GlobalPolitikViral

Situasi Genting! Kedubes Virtual AS Minta Warganya Segera Tinggalkan Iran

TEHERAN – Kedutaan Besar Virtual Amerika Serikat di Teheran mengeluarkan peringatan keamanan nasional pada 6 Februari. Mereka menyarankan warga negara AS di Iran untuk bersiap menghadapi pemadaman internet, gangguan transportasi, dan pembatalan penerbangan.

Pemberitahuan tersebut mendesak warga negara AS untuk mempertimbangkan meninggalkan Iran melalui jalur darat, jika aman untuk melakukannya. Kedubes itu juga menyatakan pemerintah AS tidak dapat menjamin bantuan.
Pemberitahuan itu juga mencatat akses ke jaringan seluler dan internet mungkin tetap terbatas. Peringatan ini muncul di tengah peningkatan kekuatan militer AS di kawasan tersebut dan ancaman baru terhadap Iran.

Sementara itu, putaran baru pembicaraan nuklir AS-Iran dijadwalkan pada hari Jumat, 6 Februari, di Muscat, Oman.

Masyarakat dan media di Iran mengikuti pembicaraan tersebut dengan saksama, tetapi hanya sedikit tanda optimisme hati-hati yang terlihat selama putaran negosiasi sebelumnya tahun lalu.

“Apa pun yang terjadi dalam pembicaraan ini, itu tidak akan menguntungkan rakyat Iran karena mereka tidak memiliki perwakilan dan kepentingan mereka tidak pernah diprioritaskan,” kata pembuat film pembangkang yang diakui secara internasional, Jafar Panahi, seraya menunjukkan ribuan orang tewas oleh negara selama protes bulan lalu.

Pada Sabtu, surat kabar reformis Etemad menampilkan tajuk utama “Diplomasi Bernapas” di halaman depannya—sebuah frasa yang mencerminkan kehati-hatian sekaligus secercah harapan menjelang pembicaraan.

Sebaliknya, sebagian besar harian pagi lainnya justru menyoroti pernyataan keras para pejabat Iran, termasuk penegasan kesiapan untuk menyerang kepentingan Amerika Serikat dan Israel di berbagai kawasan.

Di kubu konservatif, surat kabar ultrakonservatif Keyhan kembali mengambil garis konfrontatif.

Media tersebut mengulang seruan lamanya agar Korps Garda Revolusi Islam Iran menutup Selat Hormuz, jalur maritim strategis di selatan Iran, sekaligus menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk dialog dengan Washington.

“Jawaban atas ancaman musuh adalah ancaman, bukan negosiasi,” demikian judul surat kabar tersebut, yang pemimpin redaksinya ditunjuk langsung oleh Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

  • Kesimpulan

Peringatan keamanan yang dikeluarkan Amerika Serikat mencerminkan meningkatnya ketegangan geopolitik di sekitar Iran, di saat jalur diplomasi kembali diuji melalui pembicaraan nuklir di Oman. Di dalam negeri Iran, respons publik dan media menunjukkan polarisasi yang tajam—antara harapan hati-hati akan diplomasi dan dorongan konfrontasi yang semakin menguat.

Minimnya optimisme, kritik dari kalangan masyarakat sipil, serta sikap keras media konservatif menegaskan bahwa perundingan ini berlangsung dalam bayang-bayang ketidakpercayaan mendalam, baik terhadap Washington maupun terhadap proses politik internal Iran sendiri. Dengan situasi keamanan yang rapuh dan retorika yang kian keras, hasil pembicaraan tersebut bukan hanya akan menentukan arah hubungan AS–Iran, tetapi juga stabilitas kawasan yang lebih luas.