Aksi Senyap Mossad Terhenti di Istanbul, Dua Agen Ditangkap
Istanbul, MINA — Otoritas keamanan Organisasi Intelijen Nasional Turkiye (MIT) berhasil membongkar operasi intelijen asing di wilayahnya. Dalam sebuah operasi kontra-spionase berskala besar, MIT menangkap dua orang yang diduga kuat bekerja untuk badan intelijen Israel, Mossad.
Operasi rahasia tersebut diberi kode “MONITUM”, dan disebut oleh para pejabat sebagai salah satu aksi kontra-intelijen paling kompleks yang dilakukan Turkiye dalam beberapa tahun terakhir.
Sumber keamanan menyebutkan, dua tersangka bernama Mehmet Budak Derya dan Veysel Kerimoglu diamankan melalui operasi gabungan yang melibatkan MIT, Kantor Kejaksaan Agung Istanbul, serta unit kontra-terorisme Departemen Kepolisian Istanbul. Laporan ini disampaikan oleh TRT World, Jumat (6/2).
Berdasarkan hasil penyelidikan, Derya—seorang insinyur pertambangan—mendirikan perusahaan pada 2005 dan membuka tambang marmer di distrik Silifke, Mersin. Seiring waktu, bisnisnya berkembang hingga merambah perdagangan internasional lintas negara.
Jaringan usaha yang luas dan aktivitas lintas batas itulah yang diduga menarik perhatian intelijen Israel, hingga akhirnya dimanfaatkan sebagai pintu masuk operasi spionase di wilayah Turkiye.
Menurut sumber keamanan, upaya perekrutan terhadap Mehmet Budak Derya bermula pada September 2012. Saat itu, seorang pria yang menggunakan nama sandi “Ali Ahmed Yassin”—mengaku mewakili sebuah perusahaan Israel fiktif—mendatangi kantor Derya dan menawarkan kerja sama bisnis.
Kontak tersebut berlanjut hingga Januari 2013, ketika Derya diperkenalkan langsung kepada agen Mossad dalam sebuah pertemuan di Eropa. Dari sinilah, penyelidik menilai keterlibatan Derya dalam jaringan intelijen Israel mulai terbentuk.
Dalam rangkaian komunikasi selanjutnya, seorang petugas Mossad dengan nama sandi “Luis” diduga meminta Derya merekrut Veysel Kerimoglu, warga negara Turkiye keturunan Palestina. Keduanya disebut diperintahkan untuk bekerja bersama dan secara rutin melaporkan seluruh aktivitas serta jaringan kontak mereka.
Sumber keamanan mengungkapkan, Derya tercatat mengadakan sejumlah pertemuan di berbagai negara Eropa dengan agen-agen Mossad lain yang menggunakan beragam nama sandi, antara lain Luis, Jesus/Jose, Dr. Roberto/Ricardo, Dan/Dennis, Mark, Elly/Emmy, dan Michael.
Para penyelidik menduga, pasangan ini mengumpulkan informasi terutama melalui relasi sosial dan bisnis dengan warga Palestina yang kritis terhadap kebijakan Israel di kawasan. Informasi tersebut mencakup identitas individu, lokasi strategis, hingga pemetaan jaringan, yang kemudian diteruskan kepada intelijen Israel.
Tak hanya itu, Derya juga dituding berupaya memperoleh izin masuk ke Gaza, melakukan pengintaian terhadap fasilitas pergudangan di wilayah tersebut, serta mengirimkan foto-foto hasil pemantauan kepada Mossad
- Kesimpulan
Penangkapan dua tersangka yang diduga terkait Mossad menegaskan keseriusan Turkiye dalam menjaga kedaulatan dan keamanan nasionalnya dari aktivitas intelijen asing. Operasi “MONITUM” menunjukkan kemampuan aparat Turkiye membongkar jaringan spionase yang beroperasi melalui kedok bisnis dan relasi sosial lintas negara.
Kasus ini juga memperlihatkan bagaimana aktivitas ekonomi dan jejaring internasional dapat dimanfaatkan sebagai sarana pengumpulan intelijen, khususnya terhadap individu dan kelompok yang terkait isu Palestina. Penyelidikan yang masih berlangsung diharapkan dapat mengungkap lebih jauh cakupan jaringan serta dampak operasi tersebut, sekaligus menjadi peringatan keras bagi upaya intelijen asing yang mencoba beroperasi di wilayah Turkiye.

