BeritaTeknologi

Spesifikasi & Daya Tempur Kapal Induk Giuseppe Garibaldi yang Dipersiapkan untuk Indonesia

Jakarta — Indonesia bersiap menerima kapal induk pertamanya, Giuseppe Garibaldi, dari Pemerintah Italia melalui skema hibah pertahanan yang masih dalam proses negosiasi antara Kemhan RI dan pihak Italia. Kapal ini akan menjadi tonggak sejarah dalam modernisasi kekuatan laut TNI Angkatan Laut (TNI AL) apabila telah resmi tiba dan dioperasikan.

Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi (C 551) merupakan unit yang pernah dioperasikan oleh Angkatan Laut Italia (Marina Militare) sebelum dinonaktifkan dan digantikan oleh platform yang lebih baru. Garibaldi dirancang sebagai kapal induk ringan dengan kemampuan membawa berbagai jenis pesawat, serta dilengkapi sistem pertahanan dan persenjataan yang memadai untuk tugas military operations other than war maupun dukungan operasi tempur umum.


Dimensi & Performa Dasar

  • Panjang kapal: sekitar 180,2 meter
  • Kecepatan maksimum: hingga 30 knot (±56 km/jam)
  • Konstruksi: struktur baja dengan beberapa tingkat dek dan ruang hanggar
  • Jangkauan operasional: ribuan mil laut pada kecepatan jelajah ekonomis

Performa ini memungkinkan Garibaldi beroperasi sebagai platform proyeksi kekuatan maritim yang cukup fleksibel, terutama di kawasan laut lepas seperti perairan Indonesia yang sangat luas.


Kemampuan Udara & Dek Penerbangan

Garibaldi dilengkapi dengan dek penerbangan sepanjang ±174 meter dan lebar sekitar 30 meter. Konfigurasi dek ini memungkinkan kapal mampu mengoperasikan beberapa jenis pesawat udara:

  • Helikopter berbagai tipe
  • Jet tempur V/STOL (Vertical/Short Take-Off and Landing), seperti AV-8B Harrier II
  • Potensi integrasi pesawat nirawak (drone/UAV) untuk misi intelijen atau dukungan udara

Kapasitas ini memperluas tugas operasional Garibaldi, dari dukungan helikopter SAR — termasuk penanggulangan bencana — hingga potensi pengangkutan pesawat udara yang memungkinkan dukungan udara lebih luas dari kapal induk.


Persenjataan & Pertahanan

Meski dikategorikan sebagai kapal induk ringan, Garibaldi tetap dilengkapi dengan sistem persenjataan defensif dan sensor yang cukup kompleks:

  • Peluncur rudal permukaan-udara seperti Mk.29 untuk Sea Sparrow atau Selenia Aspide
  • Meriam pertahanan jarak dekat (CIWS) — misalnya Twin Oto Melara 40L70 DARDO
  • Tabung torpedo triple 324 mm
  • Rudal anti-kapal Otomat Mk 2
  • Sistem pertahanan elektronik dan pengacau (electronic countermeasures) serta radar jamming untuk meningkatkan survivability di lingkungan tempur modern

Perlengkapan ini memberi Garibaldi kemampuan defensif yang baik untuk melindungi dirinya dan unit pendukung di sekitarnya, sekaligus mendukung operasi maritim yang kompleks.


Peran & Peran Operasional di TNI AL

Menurut pernyataan pejabat TNI AL, kapal induk ini ditargetkan tiba di Indonesia sebelum Hari Ulang Tahun TNI pada 5 Oktober 2026, menandai hadirnya unit berkelas tinggi pertama di jajaran armada laut nasional. Garibaldi juga direncanakan digunakan terutama untuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP), seperti respons bencana, evakuasi warga, serta dukungan logistik besar di wilayah terpencil.

Di luar OMSP, meskipun fokus utamanya bukan dalam operasi tempur skala besar seperti kapal induk super besar negara maju, Garibaldi dapat mendukung operasi tempur bersama kapal perang lainnya jika situasi mengharuskan — mengingat fleksibilitas platform dan potensi integrasi pesawat tempur ringan atau drone.


Tantangan Integrasi dalam Armada Indonesia

Meski prospektif, integrasi kapal induk semacam Garibaldi ke dalam armada TNI AL juga menghadirkan beberapa tantangan teknis dan doktrin:

  • Penyesuaian sistem untuk operasi di lingkungan Indonesia
  • Integrasi dengan unit pelindung lain seperti frigat, korvet, dan kapal pendukung
  • Pelatihan SDM, termasuk pilot, awak dek, dan teknisi
  • Modernisasi sistem komunikasi dan komando yang memadai untuk operasi terpadu

Namun, kemampuan kapal induk ini memiliki potensi untuk memperluas kapasitas maritim nasional, baik untuk keamanan laut, dukungan kemanusiaan, maupun panggung diplomasi pertahanan di Asia Tenggara dan Indo-Pasifik.