Yogyakarta Luncurkan Platform Teknologi Simetris Berbasis AI‑IoT untuk Menekan Kasus Keracunan Pangan Program MBG
Yogyakarta, Indonesia – Inovasi Teknologi untuk Keamanan Pangan dan Ketahanan Gizi Sekolah
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta kini memperkenalkan sebuah platform teknologi baru yang bertujuan memperkuat pengelolaan keamanan pangan di program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dipicu oleh gaduhnya kasus keracunan makanan yang sempat meluas di berbagai daerah, terutama dalam program yang menargetkan penyediaan makanan sehat bagi anak sekolah. Untuk mengatasi tantangan tersebut, lembaga teknis di Yogyakarta menciptakan Sistem Informasi Monitoring dan Evaluasi Ketahanan Pangan Strategis yang lebih dikenal dengan singkatan Simetris — sebuah framework modern yang menggabungkan kemampuan Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT).
1. Latar Belakang Kasus Keracunan Pangan di Program MBG
Program Makan Bergizi Gratis merupakan inisiatif pemerintah untuk menyediakan santapan sehat dan bergizi kepada siswa sekolah dasar di seluruh Indonesia. Namun, nasib program ini sempat terguncang setelah sejumlah insiden keracunan makanan terjadi. Data penelitian medis menunjukkan bahwa program tersebut telah mengalami puluhan bahkan ratusan kejadian keracunan di banyak wilayah, memicu perawatan medis bagi ribuan anak sekolah.
Temuan seperti ini menegaskan urgensi penguatan keamanan rantai pasok pangan—mulai dari tahap produksi bahan baku hingga penyajian makanan di dapur MBG.
2. Apa Itu Sistem Simetris dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Simetris merupakan platform digital yang tidak sekadar dashboard visualisasi data, melainkan sistem kontrol yang terpadu. Ia menghubungkan elemen kunci dalam rantai pasok pangan: petani lokal, pengolah makanan, hingga unit layanan gizi sekolah. Dalam sistem ini, seluruh proses pencatatan stok, pengawasan distribusi, hingga monitoring kebersihan dan kualitas makanan dilakukan secara real‑time dan terintegrasi.
a. Integrasi AI dan IoT sebagai Fondasi Utama
Teknologi AI digabungkan dengan jaringan sensor IoT untuk menghasilkan data cerdas yang terus terbarukan. Sensor IoT yang dipasang pada cold storage, dapur MBG, hingga stasiun pengolahan data, memungkinkan pemantauan otomatis terhadap suhu, kelembapan, serta status kebersihan selama proses produksi dan penyajian makanan. Sementara itu, kecerdasan buatan memproses data tersebut untuk:
- Mendeteksi potensi risiko kontaminasi makanan,
- Mengidentifikasi pola distribusi yang dapat menimbulkan masalah gizi atau kesehatan,
- Menyampaikan peringatan dini via sistem Early Warning System (EWS) bila ditemukan batch makanan berbahaya.
b. Peran Petani dan Kelompok Wanita Tani (KWT)
Salah satu inovasi menarik dalam Simetris adalah pemberdayaan kelompok perempuan tani di daerah Lumbung Mataraman. Ibu‑ibu anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) kini tidak hanya bertugas menanam dan memanen hasil bumi, tetapi juga menjadi produsen data. Setiap panen sayur, cabai, atau telur diinput langsung ke dalam sistem, sehingga data stok pangan menjadi lebih akurat dan tidak lagi bergantung pada catatan manual yang rentan kesalahan.
3. Mekanisme Distribusi Pangan yang Ditingkatkan
Platform Simetris membagi rantai pasok pangan menjadi serangkaian fase terpadu:
a. Produksi dan Registrasi Data
Setiap hasil panen dari petani lokal dikodekan dalam sistem sebagai “stok siap jual”. Selain itu, QR Code atau barcode ditempel pada setiap kemasan produk untuk menciptakan traceability yang kuat. Petugas yang memindai kode ini langsung dapat melihat:
- Asal unsur bahan pangan,
- Informasi lokasi lahan tani,
- Tanggal panen,
- Kode masa berlaku bahan tersebut.
b. Konsolidasi Pasokan
Pengelola gizi sekolah menggunakan dasbor digital Simetris untuk menyeleksi pemasok terdekat berdasarkan radius wilayah. Langkah ini memotong rantai distribusi yang panjang dan mengurangi kemungkinan bahan lewat tangan pihak tak resmi (middlemen), sehingga kualitas bahan lebih terjaga.
c. Distribusi dan Pengolahan
Bahan pangan yang dipilih diangkut langsung dari lahan tani ke dapur MBG. Pengiriman jarak pendek memastikan nutrisi dan kesegaran tetap optimal. Proses memasak di dapur pun dipantau menggunakan kamera berbasis AI untuk menjamin standar higiene tinggi.
d. Pelaporan Akhir dan Tindak Lanjut
Semua data transaksi distribusi akhir makanan ke siswa dicatat secara digital. Data ini menjadi penting untuk akuntabilitas anggaran, evaluasi gizi, serta memberikan kompensasi yang adil kepada petani melalui pembayaran tunai yang tercatat langsung via Simetris.
4. Standar Keamanan Pangan yang Ditingkatkan
Simetris tidak hanya menyoroti data operasional, tetapi juga menyematkan standar kontrol mutu pangan tambahan. Setiap pemasok makanan wajib menerapkan HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point) dalam proses pengolahan makanan. Penerapan metode ini akan menstandarkan suhu masak yang aman (misalnya di atas 75°C) untuk memastikan mikroorganisme berbahaya seperti Salmonella dan E. coli tidak bertahan dalam makanan.
5. Dampak Bagi Petani dan Ketahanan Pangan Lokal
Para petani di komunitas seperti Gunungkidul menyambut baik transformasi ini. Program ini memberikan mereka akses langsung ke pasar sebagai pemasok bahan pangan, sekaligus memberi kepastian ekonomi melalui hubungan transaksi yang transparan dan harga yang adil. Hal ini dianggap sebagai momentum penting untuk regenerasi petani milenial serta peningkatan kapasitas ekonomi desa secara berkelanjutan.
6. Pernyataan Stakeholder dan Kolaborasi Lintas Lembaga
Koordinator dari Yayasan Biijana Paksi Sitengsu menyatakan bahwa kerja kolaboratif antara yayasan, pemerintah, dan Badan Gizi Nasional mempercepat pematangan integrasi pasokan pangan lokal untuk mendukung program MBG secara komprehensif. Sistem Simetris memungkinkan pemerintah bertindak sebagai offtaker resmi dalam penjaminan pemasokan bahan pangan yang berkualitas dan aman.
Kesimpulan
Implementasi sistem teknologi Simetris berbasis AI dan IoT di Yogyakarta menjadi contoh nyata bagaimana teknologi digital dapat mendorong peningkatan keamanan pangan, efisiensi distribusi, dan pemberdayaan masyarakat dalam program sosial besar seperti MBG. Sistem ini tidak hanya membantu mencegah kasus keracunan makanan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi lokal secara terpadu dari hulu ke hilir.

