Pengetahuan umumTeknologiViral

Drone “Jakarta for Sumatra” Hiasi Langit Bundaran HI di Malam Pergantian Tahun, Rayakan 2026 dengan Simbol Solidaritas

Jakarta beritasekarang.id — Masyarakat ibu kota menyambut pergantian tahun baru 2025 ke 2026 dengan suasana yang berbeda dari biasanya. Pergelaran pesta rakyat yang biasa dipenuhi kembang api diganti dengan pertunjukan teknologi yang sarat makna: formasi drone bertema “Jakarta for Sumatra” menghiasi langit malam di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Aksi ini menjadi titik sentral perayaan sekaligus simbol solidaritas terhadap masyarakat yang tengah menghadapi bencana di Pulau Sumatra.

Suasana Bundaran HI Penuh Makna di Malam Tahun Baru

Ribuan warga tumpah ruah di Bundaran HI sejak malam pergantian tahun, memenuhi ruang publik di pusat ibu kota. Berbeda dari tahun sebelumnya, perayaan kali ini tak menampilkan pesta kembang api besar-besaran. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sengaja menghapus pertunjukan itu sebagai bentuk empati dan dukungan moral untuk para korban bencana yang terjadi belakangan di wilayah Sumatra.

Di tengah gemuruh hitungan mundur detik-detik sebelum pergantian tahun, ribuan masyarakat berdiri bersama, mengikuti arahan dari layar LED besar yang dipasang di panggung utama. Sesaat setelah jam menunjukkan pukul 00.00, terompet dan sorakan riuh menggema, menandai momen pergantian tahun di tengah langit Bundaran HI.

Drone Show: Lebih dari Sekadar Teknologi

Pertunjukan drone menjadi puncak perayaan malam tahun baru yang sarat nilai sosial. Ratusan drone yang diterbangkan membentuk berbagai formasi visual yang memukau di udara. Pesan pertama yang muncul adalah tulisan “Jakarta for Sumatra”, sebuah ungkapan solidaritas dari Jakarta untuk para korban bencana di Sumatra. Selanjutnya, formasi berubah menampilkan kata “Jakarta Global City” dan simbol-simbol lain yang mencerminkan harapan dan semangat kebersamaan masyarakat ibu kota.

Menjadi sorotan utama, pertunjukan ini tak hanya sekadar tontonan visual semata. Setiap formasi drone membawa simbol dan makna mendalam yang mencerminkan kepedulian sosial Jakarta terhadap keadaan nasional saat ini. Dalam kondisi di mana kembang api dinilai kurang tepat karena situasi darurat di beberapa wilayah, drone menjadi solusi kreatif yang menggabungkan teknologi dan empati.

Tanpa Kembang Api: Pilihan untuk Empati

Keputusan Pemprov DKI Jakarta untuk meniadakan pesta kembang api dan menggantinya dengan drone show bukan semata keputusan estetika. Langkah ini merupakan bentuk penghormatan terhadap para korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat serta wilayah lain yang terdampak bencana alam. Dalam beberapa pernyataannya sebelumnya, pejabat daerah menekankan pentingnya merayakan malam tahun baru dengan cara yang lebih sederhana dan penuh makna, tanpa glamor yang berlebihan.

Meskipun larangan kembang api telah dikeluarkan, tak sedikit warga yang tetap menyalakan kembang api kecil di wilayahnya masing-masing. Suasana ini justru menunjukkan perpaduan antara tradisi perayaan yang tak mudah hilang dan kenyataan bahwa masyarakat juga tetap merasakan euforia menyambut tahun baru.

Hiburan Musik dan Doa untuk Bangsa

Selain drone show, acara pergantian tahun di Bundaran HI juga dipenuhi dengan rangkaian hiburan musik dari sejumlah artis ibukota. Lagu-lagu yang dibawakan tak hanya menghibur tetapi juga membawa pesan kebersamaan dan semangat kebangkitan. Salah satu lagu yang diputar adalah “Jangan Menyerah”, sebuah lagu yang menyuarakan optimisme di tengah masa sulit.

Acara ini juga dimeriahkan oleh penampilan sejumlah musisi ibukota lainnya, sehingga suasana malam pergantian tahun tidak hanya sekadar perayaan teknologi, tetapi juga menjadi momentum untuk berkumpul, bernyanyi, dan saling berbagi semangat positif lintas generasi.

Menariknya, perayaan tahun ini diawali dan diakhiri dengan doa bersama dari berbagai elemen masyarakat. Doa lintas agama menjadi bagian penting untuk menghormati serta menguatkan semangat solidaritas nasional di masa pergantian tahun.

Antusiasme Masyarakat Jakarta

Ribuan warga yang hadir di Bundaran HI tampak antusias sejak malam. Tidak sedikit yang membawa keluarga, teman, hingga perlengkapan hujan, karena hujan sempat turun sebelum pergantian waktu. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat mereka. Bahkan di Stasiun MRT Bundaran HI, antrian panjang terlihat setelah perayaan usai, menggambarkan tingginya minat masyarakat untuk hadir langsung menyaksikan acara tahun baru ini.

Warga juga terlihat aktif berinteraksi di media sosial saat formasi drone ditayangkan, membagikan video dan foto sebagai dokumentasi momen penting tersebut. Simbolisme “Jakarta for Sumatra” menjadi bagian dari cerita kolektif yang viral di platform digital, memperluas makna perayaan tahun baru itu sendiri.

Arti Simbol Solidaritas di Balik Perayaan

Pilihan tema “Jakarta for Sumatra” menggambarkan lebih dari sekadar pertunjukan teknologi. Tema ini menjadi representasi solidaritas sosial dan semangat kebersamaan bangsa dalam menghadapi ujian dan bencana. Jakarta sebagai ibu kota memberi pesan bahwa nasionalisme bukan hanya soal ritual perayaan, tetapi juga tentang bagaimana setiap warga negara bersatu untuk saling mendukung.

Tak hanya menjadi ajang selebrasi, malam pergantian tahun ini menjadi refleksi tentang pentingnya kepedulian sosial, empati, dan kebersamaan. Nuansa tersebut tertuju tidak hanya kepada warga Jakarta, tetapi juga kepada mereka yang sedang berjuang menghadapi masa sulit jauh dari ibu kota.

Menyambut 2026 dengan Semangat Baru

Secara keseluruhan, perayaan pergantian tahun baru 2026 di Bundaran HI menjadi momen penting penuh warna — mulai dari antusiasme masyarakat, hiburan musik, doa bersama, hingga pertunjukan drone yang menggugah rasa persatuan dan solidaritas. Meski tanpa kembang api besar, acara ini justru terasa lebih bermakna dan penuh pesan moral, mencerminkan kesadaran kolektif tentang kondisi sosial saat ini.

Malam itu, langit Jakarta tidak hanya dipenuhi cahaya drone, tetapi juga harapan baru bagi seluruh warga Indonesia menyongsong awal tahun yang penuh tantangan dan peluang. Semangat kebersamaan yang terpancar dari “Jakarta for Sumatra” menjadi pesan kuat bahwa di tengah kesulitan, bangsa ini tetap bersatu dan bangkit bersama.