Politik

BMKG Prediksi Hujan saat Imlek 17 Februari 2026: Waspada Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan peluang hujan sedang hingga lebat akan berlangsung di sejumlah wilayah Indonesia bertepatan dengan perayaan Imlek pada 17 Februari 2026. Perkiraan ini merupakan bagian dari gelombang cuaca basah yang lebih luas pada periode 15–21 Februari 2026, akibat dinamika atmosfer regional dan global yang memberikan pengaruh signifikan bagi kondisi cuaca nasional.

Analisis BMKG menyatakan bahwa Monsun Asia yang menguat menjadi salah satu faktor utama pemicu peningkatan pembentukan awan hujan di berbagai wilayah, termasuk Indonesia bagian barat, tengah, dan timur. Kondisi itu diperparah oleh fenomena atmosfer lain seperti aktivitas gelombang Madden-Julian Oscillation (MJO), serta gelombang Kelvin dan Rossby yang mendukung konvergensi (pertemuan angin) dan pertumbuhan awan konvektif.


Faktor Meteorologi Penyebab Hujan Ekstrem

Menurut BMKG, penguatan Monsun Asia terjadi ketika angin baratan dominan bertiup di wilayah Asia Tenggara, membawa massa udara lembap dari Samudra Hindia dan Selat Makassar menuju wilayah Indonesia. Aliran udara basah ini kerap memicu akumulasi awan tinggi dan curah hujan meningkat. Gelombang MJO yang sedang aktif di wilayah Samudra Hindia juga turut memperkuat kondisi ini.

Selain itu, interaksi kompleks antara sistem atmosfer global dengan pola angin lokal menyebabkan fenomena konvergensi angin yang mempercepat pertumbuhan awan hujan di permukaan dan lapisan udara atas. Kondisi tersebut memungkinkan hujan terjadi dengan intensitas sedang sampai sangat lebat, bahkan berpotensi disertai petir dan angin kencang, terutama di daerah yang berdekatan dengan pegunungan atau garis pantai.


Potensi Hujan saat Imlek 17 Februari

BMKG merinci bahwa pada 17–18 Februari 2026 — bertepatan dengan perayaan Imlek — hujan masih berpeluang mengguyur banyak wilayah di Indonesia. Daerah-daerah tersebut meliputi:

  • Aceh, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung
  • Lampung, Banten, DKI Jakarta
  • Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur
  • Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB)
  • Kalimantan Timur, Sulawesi Utara

BMKG juga memperingatkan bahwa bahkan setelah periode Imlek, pada tanggal 19 Februari, daerah seperti Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah tetap berpotensi hujan deras. Kemudian 20–21 Februari, durasi hujan lebat kemungkinan masih akan terjadi di Sumatera Barat, Jawa Timur, Bali, NTB, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).


Wilayah dengan Risiko Cuaca Ekstrem

Selain potensi hujan, BMKG juga memperingatkan kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem lain seperti petir dan angin kencang di wilayah-wilayah tertentu. Pada periode 15–16 Februari, cuaca ekstrem bahkan diprediksi akan terjadi di wilayah luas seperti Aceh, Sumatra Utara, Sumatera Barat, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, dan Papua.

BMKG mengimbau warga di daerah-daerah tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya banjir lokal, genangan air mengingat curah hujan intensitas tinggi, serta potensi angin kencang yang bisa berdampak pada aktivitas sehari-hari dan keselamatan.


Perayaan Imlek dan Cuaca: Interaksi dengan Lingkungan

Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 China yang jatuh pada 17 Februari 2026 diperkirakan akan berlangsung dalam kondisi cuaca yang lebih basah dari biasanya di beberapa wilayah Indonesia. Bagi masyarakat yang ingin melakukan berbagai aktivitas budaya di luar ruangan, seperti berkumpul keluarga, bazaar, atau ritual ibadah, penting untuk memahami prakiraan cuaca ini sehingga bisa menyesuaikan jadwal kegiatan.

Sementara itu, fenomena cuaca seperti hujan lebat tidak hanya berdampak pada kegiatan sosial saja, tetapi juga pada sektor transportasi dan layanan umum. Curah hujan tinggi berpotensi menyebabkan genangan air di ruas jalanan kota besar, gangguan penerbangan karena visibilitas rendah, serta peningkatan risiko longsor di daerah perbukitan atau pegunungan.


Kesiapsiagaan Masyarakat dan Instansi

BMKG meminta masyarakat tetap mengutamakan keselamatan dan kesiapsiagaan. Langkah penting yang dianjurkan meliputi:

  • Memantau informasi resmi BMKG melalui kanal resmi seperti situs web cuaca.bmkg.go.id.
  • Mengantisipasi cuaca buruk dengan menyiapkan payung atau pakaian hujan saat beraktivitas di luar.
  • Menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan deras disertai petir dan angin kuat.
  • Memastikan sistem drainase lingkungan bersih untuk mengurangi risiko genangan atau banjir lokal.

BMKG juga mendorong agar pemerintah daerah, pihak terkait, dan petugas tanggap darurat terus memantau potensi bencana hidrometeorologi serta menyiapkan mitigasi untuk mengurangi dampaknya.


Ilmu Meteorologi Singkat: Mengapa Curah Hujan Meningkat?

Fenomena cuaca yang sedang terjadi sekarang bukan kasus tunggal, namun bagian dari musim hujan tahunan yang dipengaruhi oleh sistem angin besar (monsun) dan dinamika atmosfer regional. Monsun Asia, terjadi ketika tekanan rendah di Asia menghasilkan aliran angin kuat dari arah barat ke timur. Aliran angin ini membawa udara lembap dari laut ke daratan — suatu kondisi yang ideal untuk terbentuknya awan tebal dan hujan lebat.

Selain itu, fenomena Madden-Julian Oscillation merupakan gelombang konvektif atmosfer yang bergerak dari barat ke timur di sepanjang khatulistiwa. Saat fase aktif MJO berada di Samudra Hindia atau kawasan barat Indonesia, daerah ini sering mengalami curah hujan meningkat dan kondisi cuaca tak stabil.


Kesimpulan: Cuaca Imlek 17 Februari di Indonesia

Secara umum, prediksi cuaca BMKG menunjukkan bahwa perayaan Imlek pada 17 Februari 2026 kemungkinan akan berlangsung dalam kondisi cuaca basah dan rawan hujan di berbagai wilayah Indonesia. Kondisi ini dipicu oleh kombinasi dinamika atmosfer yang menstimulasi pembentukan awan hujan dan memperbesar peluang hujan, petir, serta angin kuat.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, mengikuti informasi cuaca terbaru, dan menerapkan langkah pencegahan agar aktivitas Imlek dan harian dapat tetap terlaksana dengan nyaman dan aman.