BeritaGlobalPendidikanPengetahuan umumPolitikViral

📍 Profil: Dari Latar Belakang Sederhana Hingga Karier Menjanjikan

AKBP Didik Putra Kuncoro lahir di Kediri, Jawa Timur, pada 30 Maret 1979 dalam keluarga sederhana dari seorang guru sebagai orang tuanya. Ia menjalani pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) 2001 dan lulus pada 2004, lalu menapaki karier sebagai perwira di berbagai penugasan termasuk di daerah dan wilayah hukum besar hingga dipercaya menjabat Kapolres Bima Kota, Nusa Tenggara Barat.

Karier profesionalnya yang solid kemudian tercatat sebagai sosok polisi yang naik jenjang jabatan dari bintara hingga menjadi perwira menengah di tubuh Polri.


🛑 Dinonaktifkan Gara-Gara Skandal Narkoba

Namun pada awal Februari 2026, nama AKBP Didik mencuat menjadi sorotan publik setelah muncul pengembangan kasus narkoba yang melibatkan bawahannya, Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Bima Kota, AKP Malaungi. Pengembangan awal kasus ini memicu penyelidikan lebih dalam terhadap institusi Polres Bima Kota.

Penyidik kemudian membawa kasus ini ke tingkat Mabes Polri, di mana AKBP Didik dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Bima Kota untuk memungkinkan proses pemeriksaan internal berjalan objektif.


đź’° Dugaan Aliran Uang dari Bandar Narkoba

Menurut keterangan kuasa hukum AKP Malaungi, AKBP Didik diduga menerima aliran uang senilai Rp1 miliar dari seorang bandar narkoba bernama Koko Erwin alias EK. Uang itu disebut diserahkan melalui ajudan di malam hari dengan bukti komunikasi dan aliran yang masuk ke lingkungan Polres.

Meski demikian, detail tuduhan tersebut saat ini menjadi bagian dari penyidikan yang lebih luas oleh pihak kepolisian.


🚨 Penetapan Tersangka di Tingkat Mabes Polri

Kasus ini kemudian berkembang ke tingkat Bareskrim Polri, yang menetapkan AKBP Didik sebagai tersangka dugaan kepemilikan narkoba. Barang bukti yang ditemukan termasuk berbagai jenis narkotika seperti sabu, ekstasi, aprazolam, hingga ketamin yang disita dari lokasi tempat barang haram tersebut ditemukan.

Penetapan ini dilakukan setelah penyidik melaksanakan gelar perkara sesuai pasal pidana terkait narkotika dan kepemilikan psikotropika, memperlihatkan bahwa kasus ini kini tidak hanya ranah etik internal tetapi juga berpotensi menjerat secara pidana.


📊 Dampak Skandal terhadap Institusi Polri

Kasus ini mencoreng citra institusi karena menyangkut keterlibatan seorang perwira menengah yang semestinya menjadi bagian dari penegakan hukum. Mabes Polri sendiri turun tangan melalui Divisi Propam dan Bareskrim untuk memastikan bahwa proses etik dan pidana ditangani secara transparan dan profesional.

Langkah penonaktifan terhadap AKBP Didik merupakan bagian dari upaya menjaga objektivitas pemeriksaan dan menghindari konflik kepentingan saat proses hukum berjalan.


đź§  Catatan Akhir

Kisah AKBP Didik Putra Kuncoro menunjukkan bagaimana perjalanan karier polisi yang panjang dapat terkoyak oleh kasus serius. Transformasi dari anak guru sederhana hingga menjadi perwira tinggi kini berujung pada reputasi yang dipertanyakan lantaran dugaan keterlibatan dalam jaringan narkoba dan aliran dana yang mencuat.

Skandal ini menjadi bahan evaluasi besar bagi institusi dan publik tentang pentingnya integritas serta akuntabilitas di tubuh penegak hukum.