Jelang FIFA Series 2026, John Herdman Terkejut Kabar Elkan Baggott — Pengamat Inggris Beri Penilaian Kontroversial
Jakarta, BeritaSekarang — Masa depan bek Timnas Indonesia, Elkan Baggott, mendadak diselimuti tanda tanya besar. Pengamat sepak bola Inggris, Adam Wilkin, bahkan melontarkan penilaian tajam dengan menyebut sang pemain tidak memiliki masa depan di Ipswich Town.
Situasi ini jelas menjadi kabar buruk bagi Elkan Baggott, terlebih Ipswich Town kini tengah bersaing ketat di Championship. Hingga musim berjalan, bek berusia 23 tahun tersebut belum mendapatkan satu pun menit bermain, membuat posisinya semakin terpinggirkan di skuad utama.
Minimnya kesempatan tampil memicu spekulasi bahwa Baggott berpotensi segera meninggalkan klub. Kondisi tersebut juga bisa berdampak langsung pada peluangnya di level internasional, termasuk kemungkinan pemanggilan ke Timnas Indonesia jelang agenda FIFA Series 2026.
Dengan persaingan yang semakin ketat dan masa depan klub yang belum jelas, Elkan Baggott kini berada di persimpangan penting dalam kariernya. Jika situasi tak berubah, keputusan hengkang bisa menjadi opsi realistis demi menyelamatkan jam bermain sekaligus menjaga peluangnya di Timnas Indonesia.
Elkan Baggott saat ini lebih sering menjadi pelapis bagi para bek senior Ipswich Town, situasi yang membuat masa depannya di Portman Road semakin disorot. Minimnya kepercayaan pelatih membuat bek Timnas Indonesia itu sulit menembus skuad utama dan terus berada di pinggir lapangan.
Padahal, sejak mencuri perhatian pada 2020, Baggott sempat digadang-gadang sebagai salah satu prospek paling menjanjikan. Penampilan impresifnya kala itu memunculkan harapan besar bahwa ia bisa berkembang menjadi pilar penting klub.
Namun realitas berkata lain. Kurangnya menit bermain membuat perkembangan karier Baggott berjalan stagnan, bahkan memunculkan kekhawatiran bahwa potensinya tak berkembang maksimal. Jika situasi ini terus berlanjut, opsi hengkang demi menyelamatkan karier bisa menjadi langkah yang sulit dihindari.
Pengamat Ipswich dari Football League World, Adam Wilkin, turut angkat bicara mengenai situasi yang menimpa Elkan Baggott. Ia menilai bek Timnas Indonesia itu berada di momen krusial dan harus segera mengambil keputusan besar terkait masa depannya.
Adam bahkan menyebut perpisahan dengan Ipswich bisa menjadi solusi paling realistis bagi semua pihak. Terlebih, jika klub berhasil meraih promosi musim ini, persaingan di lini belakang diprediksi akan semakin ketat dan peluang Baggott tampil justru makin menipis.
Dengan kondisi tersebut, hengkang demi mencari klub yang menjamin menit bermain dinilai sebagai langkah strategis untuk menyelamatkan perkembangan kariernya sekaligus menjaga peluangnya tetap kompetitif di level internasional.
“Saya pikir Elkan Baggott sangat berguna sebagai bek tengah pilihan keempat dalam skuad, meski peran itu memang sulit,” ujar Adam, dikutip dari Footbal League World, Jumat (27/2/2026).
Ia juga mengaku terkejut ketika melihat Elkan Baggott dimainkan sebagai bek kiri saat menghadapi Wrexham di ajang Piala FA. Posisi tersebut dinilai tidak ideal karena Baggott merupakan bek tengah murni. Meski sempat tampil cukup solid saat dipinjamkan ke Blackpool musim lalu, Adam menilai opsi pindah klub bisa menjadi solusi paling logis bagi perkembangan karier sang pemain.
Adam menambahkan, persaingan di Ipswich semakin brutal sehingga Baggott dipandang sulit bertahan dalam jangka panjang. Ia masih dianggap berguna untuk kedalaman skuad musim ini, tetapi peluang hengkang pada musim depan dinilai sangat terbuka.
Sejak menembus tim utama, Baggott memang lebih sering menjalani masa peminjaman ke berbagai klub seperti Gillingham, Cheltenham Town, Bristol Rovers, hingga Blackpool. Langkah tersebut diambil demi menambah pengalaman dan menit bermain, namun belum cukup untuk mengamankan tempat permanen di skuad Ipswich.
Setelah kembali dari masa peminjaman, situasinya tak banyak berubah. Baggott hanya sekali masuk bangku cadangan di Championship dan baru mencatat dua penampilan di Piala FA, termasuk saat menghadapi Wrexham. Kondisi ini semakin menegaskan bahwa ia belum masuk rencana utama pelatih Kieran McKenna.
Ketatnya persaingan di lini belakang menjadi tantangan besar bagi bek berusia 23 tahun tersebut. Padahal, pada usia emas perkembangan pemain, Baggott membutuhkan menit bermain yang konsisten. Tanpa itu, peluang berkembang di level tertinggi akan semakin sulit.
Jika Ipswich berhasil promosi, ruang bagi Baggott diyakini makin sempit. Karena itu, hengkang dipandang sebagai opsi paling realistis demi menyelamatkan kariernya. Langkah tersebut bahkan dinilai tidak akan merugikan klub dan justru bisa menjadi solusi terbaik bagi kedua belah pihak.
Situasi ini juga berpotensi berdampak pada peluang comeback Baggott ke Timnas Indonesia. Minimnya menit bermain bisa memengaruhi match fitness, sementara persaingan di lini belakang semakin ketat dengan hadirnya nama-nama seperti Jay Idzes, Rizky Ridho, Justin Hubner, hingga Jordi Amat yang menjadi opsi kuat bagi John Herdman.
Meski begitu, peluang Baggott belum sepenuhnya tertutup. FIFA Series 2026 masih membuka ruang bagi sang bek untuk membuktikan diri, terlebih ia termasuk pemain yang dinantikan kembali berseragam Merah Putih setelah terakhir tampil pada Piala Asia 2023.
- Kesimpulan
Pada akhirnya, Elkan Baggott kini berada di titik paling menentukan dalam kariernya. Terjebak di bangku cadangan Ipswich dan dihantui minim menit bermain, sang bek harus segera mengambil langkah berani jika tak ingin potensinya perlahan meredup.
FIFA Series 2026 bisa menjadi panggung pembuktian terakhir untuk mengirim pesan tegas bahwa dirinya masih layak diperhitungkan. Namun tanpa perubahan situasi di level klub, peluang itu bisa berubah menjadi sekadar harapan.
Kini, semua mata tertuju pada keputusan Baggott: bertahan dan terus berjuang di tengah persaingan yang nyaris mustahil, atau hengkang demi menyelamatkan karier serta mimpi besar bersama Timnas Indonesia. Satu hal yang pasti, pilihan yang diambil dalam waktu dekat bisa menjadi penentu apakah ia bangkit sebagai pilar masa depan atau justru tenggelam sebagai talenta yang tak pernah benar-benar meledak.

