HiburanOlahraga

Alwi Farhan Tersingkir di Babak Kedua Kumamoto Masters 2025

Jakarta Beritasekarang.id — Peluang Indonesia menembus perempat final tunggal putra di ajang Kumamoto Masters 2025 — yang berlangsung di Kumamoto Prefectural Gymnasium, Jepang — harus kandas setelah Alwi Farhan kalah di babak kedua dari Wang Tzu Wei (Taiwan) dengan skor 19-21 dan 12-21, Kamis pagi (13 November 2025).


Kronologi Pertandingan

Alwi Farhan naik ke lapangan dengan modal kemenangan meyakinkan di babak pertama, menghadapi wakil tuan rumah Takuma Obayashi dan menang dua gim langsung 21-15 serta 21-10.

Namun di babak 16 besar (babak kedua) menghadapi Wang Tzu Wei, Alwi memulai cukup menjanjikan: ia memimpin 11-4 pada interval gim pertama dan sempat unggul 15-5. Sayangnya momentum itu gagal dipertahankan, Wang berhasil merebut enam poin beruntun untuk menutup gim pertama 21-19. Kerap mengalami penurunan performa di gim kedua, Alwi takluk 12-21 dalam total durasi pertandingan 43 menit.


Analisis Kinerja

Kekuatan Awal: Alwi menunjukkan start yang kuat di gim pertama — agresif, unggul jauh, dan mengontrol permainan hingga interval.
Titik Balik Permainan: Setelah interval, Wang menunjukkan penguasaan ritme permainan yang lebih baik: lebih tenang, variasi serangan meningkat, dan memanfaatkan momentum kecil yang tercipta untuk mengejar.
Penurunan Gim Kedua: Alwi tampak kesulitan menahan ritme dan tekanan lawan. Skor 3-11 di interval gim kedua menggambarkan dominasi Wang di fase tersebut. Kondisi fisik dan mental diperlihatkan menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
Implikasi untuk Indonesia: Kandasnya Alwi berarti Indonesia kehilangan satu wakil tunggal putra di perempat final, dengan Gregoria Mariska Tunjung menjadi satu-satunya yang melaju – menambah beban bagi sektor tunggal putra untuk evaluasi.


Perspektif Alwi & Tim

Alwi sebelumnya mengaku bahwa pertandingan ini menjadi ujian penting bagi dirinya dalam tur BWF World Tour Super 500 ini. Ia menegaskan bahwa kemenangan di babak pertama penting sebagai modal. Namun kekalahan hari ini diakuinya sebagai “pelajaran besar” untuk aspek konsistensi dan mental bertanding di level atas.

Sementara itu tim pelatih dan PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia) kemungkinan akan melakukan evaluasi terhadap beberapa hal: strategi interval, pengelolaan momentum, dan adaptasi terhadap lawan yang tampil lebih matang.


Dampak pada Turnamen & Peta Persaingan

Hasil ini memperlihatkan bahwa sektor tunggal putra Indonesia masih menghadapi tantangan signifikan di level Super 500 ke atas. Dengan hanya beberapa wakil yang lolos jauh, fokus akan beralih pada pengembangan generasi muda, persiapan fisik-mental, serta pembekalan taktik menghadapi lawan dari Taiwan, Jepang dan China yang makin kompetitif.

Turnamen Kumamoto ini sendiri menyediakan poin ranking tinggi, sehingga langkah terhenti Alwi berpengaruh pada peluang naik peringkat dunia.


Kesimpulan

Alwi Farhan tampil dengan modal baik namun belum mampu mempertahankan dominasi hingga akhir pertandingan. Kekalahan dari Wang Tzu Wei di babak kedua Kumamoto Masters 2025 menandai bahwa masih ada gap yang harus diatasi dalam performa tunggal putra Indonesia di turnamen besar. Meskipun demikian, pengalaman ini menjadi catatan penting untuk evaluasi dan pembangunan jangka panjang.