Ekonomi

Bukan Bali dan Jogja, Ini Provinsi yang Paling Cuan dari Wisatawan di Indonesia

Jakarta — Tren pariwisata domestik Indonesia menunjukkan dinamika yang berbeda pada awal tahun 2026. Meski Bali dan Yogyakarta selama ini identik sebagai magnet wisatawan, data terbaru menunjukkan bahwa ada provinsi lain yang justru menghasilkan pendapatan pariwisata terbesar dari wisatawan. Hal ini memperlihatkan pergeseran pola preferensi turis dan kontribusi ekonomi pariwisata di tingkat daerah yang semakin beragam.

Jawa Timur Unggul dalam Pendapatan Pariwisata

Menurut hasil riset terbaru, Provinsi Jawa Timur menjadi provinsi paling cuan dari wisatawan, mengungguli Bali maupun Yogyakarta dari sisi pendapatan yang dihasilkan sektor pariwisata. Data tersebut menunjukkan bahwa Jawa Timur mencatatkan pendapatan wisata tertinggi di Indonesia, menempatkan provinsi ini sebagai pemain kunci dalam industri pariwisata nasional.

Keunggulan ini tidak terlepas dari beragam destinasi unggulan yang dimiliki Jawa Timur — mulai dari keindahan alam seperti Gunung Bromo, Kawah Ijen, hingga wisata bahari di daerah Pesisir Selatan dan Banyuwangi — serta keramahan fasilitas wisata yang lengkap. Kombinasi antara destinasi yang kuat dan layanan pariwisata yang terus dikembangkan membuat Jawa Timur menarik minat wisatawan domestik maupun internasional.

Strategi Pengembangan Pariwisata yang Menguntungkan

Pemerintah provinsi Jawa Timur diketahui melakukan berbagai strategi untuk terus memperkuat sektor pariwisata. Upaya ini termasuk peningkatan infrastruktur destinasi, promosi pariwisata melalui kampanye digital, serta event pariwisata berskala nasional maupun internasional. Sebagai contoh, ada festival budaya dan event olahraga yang rutin menarik ribuan pengunjung setiap tahunnya.

Selain itu, kolaborasi antara pemerintah daerah dengan pelaku industri seperti perhotelan, maskapai penerbangan, dan operator wisata turut mendongkrak tingkat kunjungan dan durasi tinggal wisatawan di sejumlah kota di Jawa Timur. Hal ini sekaligus berkontribusi pada meningkatnya pendapatan daerah dari sektor pariwisata.

Bali dan Yogyakarta Tetap Populer, Tapi Bukan yang Teratas

Sementara itu, Bali dan DI Yogyakarta tetap menjadi pilihan wisata favorit, terutama bagi wisatawan mancanegara dan pecinta budaya klasik Indonesia. Bali, dengan julukan “Pulau Dewata”, masih mencatat angka kunjungan wisatawan asing yang tinggi dan menjadi penyumbang devisa pariwisata nasional.

Yogyakarta juga dikenal dengan kekayaan budaya dan sejarahnya yang kuat, seperti Candi Borobudur, Malioboro, serta seni tradisional yang terus diminati wisatawan domestik. Meski demikian, menurut riset terbaru, kedua daerah ini tidak berada di posisi paling atas dalam hal pendapatan wisatawan dibanding Jawa Timur.

Analis industri menilai bahwa posisi Bali dan Jogja yang “tradisionalnya kuat” mungkin mulai berkompetisi dengan semakin berkembangnya destinasi lain di Indonesia. Beberapa provinsi kini juga mulai menonjol sebagai tujuan wisata alternatif, sehingga merombak peta pendapatan pariwisata secara nasional.

Kontribusi Ekonomi Pariwisata terhadap Daerah

Pendapatan dari pariwisata memiliki peran penting dalam struktur ekonomi daerah. Selain menjadi sumber devisa dan PAD, sektor ini juga berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja, pengembangan UMKM lokal, serta peningkatan kualitas infrastruktur. Aktivitas wisata yang tinggi berarti arus uang berputar di berbagai sektor ekonomi setempat, dari hotel, restoran, transportasi, hingga pasar lokal.

Pemerintah pusat sendiri telah mendorong pengembangan pariwisata di berbagai provinsi melalui insentif fiskal dan promosi regional. Tujuannya adalah menciptakan pemerataan pertumbuhan ekonomi serta membuka peluang investasi di luar pusat wisata tradisional seperti Bali.

Pergeseran Tren Wisata Nusantara

Data statistik juga menunjukkan tren pergerakan wisatawan domestik yang lebih memilih destinasi di Pulau Jawa dan sekitarnya, yang memberikan keuntungan lebih besar bagi daerah-daerah tersebut. Pulau Jawa saat ini menyumbang persentase perjalanan wisata domestik paling tinggi, bahkan melebihi destinasi wisata di luar Jawa.

Fenomena ini bisa dipengaruhi oleh faktor aksesibilitas, keberagaman destinasi, serta biaya perjalanan yang lebih efisien dibandingkan wisata ke luar negeri atau ke daerah yang secara geografis lebih jauh.


Kesimpulan

Meskipun Bali dan Yogyakarta tetap populer sebagai tujuan wisata, data terbaru menunjukkan bahwa Provinsi Jawa Timur kini menjadi provinsi dengan pendapatan pariwisata tertinggi di Indonesia. Keberhasilan ini mencerminkan perubahan pola preferensi wisatawan dan semakin kuatnya daya tarik destinasi wisata di luar pusat wisata tradisional. Kontribusi tersebut tidak hanya berdampak secara langsung pada sektor pariwisata, tetapi juga pada ekonomi lokal secara keseluruhan.