Israel Gabung Board of Peace tapi Tolak Bayar Iuran Rekonstruksi Gaza
Israel secara resmi bergabung dengan Board of Peace (Dewan Perdamaian), sebuah forum internasional yang dibentuk untuk membantu mengoordinasikan gencatan senjata dan rekonstruksi di Jalur Gaza setelah konflik berkepanjangan. Namun di tengah keanggotaannya, Tel Aviv menegaskan bahwa negara itu tidak akan ikut membayar iuran atau kontribusi dana untuk rekonstruksi Gaza.
Keputusan Israel menarik perhatian dunia, karena berpartisipasi dalam forum perdamaian tetapi menolak menanggung beban biaya yang dipersyaratkan bagi banyak negara anggota lain dalam inisiatif tersebut.
Menolak Pembayaran Iuran
Menurut laporan media internasional dan pernyataan pejabat Israel, pemerintah menyampaikan kepada Pemerintah Amerika Serikat bahwa mereka tidak akan menyediakan dana untuk kegiatan rekonstruksi Gaza melalui Board of Peace. Nilai kontribusi yang dibahas diperkirakan mencapai sekitar USD 1 miliar (sekitar Rp 17 triliun) bagi setiap negara anggota yang ikut menyokong proyek tersebut.
Menteri Urusan Politik dan Keamanan Israel, Ze’ev Elkin, menyatakan bahwa negara itu dianggap sebagai pihak yang diserang dalam konflik, sehingga dianggap tidak memiliki kewajiban untuk membiayai rekonstruksi. Kalimat yang diulang oleh pejabat tersebut berbunyi: “Tidak ada pembenaran untuk membayar uang setelah kami diserang, maupun untuk mendanai rekonstruksi Gaza.”
Keputusan ini sengaja disampaikan untuk meredam tekanan politik domestik Israel, terutama dari kalangan politik yang mempertanyakan legitimasi ikut serta bersama negara-negara lain yang pernah menjadi musuh geopolitik atau mendukung Palestina.
Keanggotaan Israel di Board of Peace
Meski menolak iuran, Israel tetap diterima sebagai anggota Board of Peace. Ini menunjukkan bahwa struktur keanggotaan forum tersebut memberi fleksibilitas tertentu bagi beberapa negara, termasuk mereka yang menolak keikutsertaan penuh dalam pendanaan rekonstruksi. Partisipasi Tel Aviv bertujuan memberikan Israel posisi langsung dalam perundingan kebijakan dan proses transisi politik di Gaza, di tengah ketegangan soal tanggung jawab atas kerusakan dan status pemerintahan pascakonflik.
Forum Board of Peace sendiri dibentuk di bawah inisiatif Presiden Donald Trump dan telah mengundang puluhan negara untuk bergabung dalam upaya koordinasi bantuan dan stabilisasi Gaza. Banyak negara anggota lain telah menjanjikan kontribusi miliaran dolar untuk tujuan tersebut.
Reaksi Pengamat & Tantangan Diplomatik
Keputusan Israel menolak iuran dipandang sebagai langkah politik strategis yang mencerminkan sikap Tel Aviv terhadap konflik yang berlangsung bertahun-tahun di Gaza. Pengamat internasional menilai posisi ini bisa memperumit hubungan diplomatik dengan negara-negara donor besar yang berharap kontribusi lebih luas dari anggota.
Di sisi lain, partisipasi Israel dianggap penting oleh sekutu AS karena memberikan negara itu suara dalam diskusi kebijakan masa depan Gaza, meskipun banyak pihak — termasuk negara Barat besar lainnya — menolak atau tidak bergabung dengan Board of Peace.
Implikasi Bagi Rekonstruksi Gaza
Dengan Israel tidak ikut berkontribusi finansial, tekanan pendanaan jatuh lebih besar pada negara lain — termasuk Qatar, Emirat Arab, dan negara anggota lainnya yang telah berjanji menyumbang puluhan miliar dolar. Ini juga mencerminkan ketegangan yang terus berlangsung mengenai tanggung jawab moral dan politik atas kerusakan di Gaza di mata komunitas internasional.
Related Keywords: Board of Peace Gaza, Israel tolak bayar iuran, rekonstruksi Gaza, diplomasi Timur Tengah, kontribusi dana internasional
