Singapura Diselimuti Kabut Asap Karhutla Indonesia, Kualitas Udara Masuk Level Tidak Sehat
Kabut asap kembali menyelimuti Singapura. Pada Selasa, 15 September 2026, pemandangan di sejumlah kawasan negara kota tersebut terlihat berkabut akibat asap kebakaran hutan dan lahan yang terbawa angin dari wilayah Indonesia.
Kondisi ini tidak hanya mengganggu jarak pandang. Kualitas udara di Singapura juga mengalami penurunan cukup signifikan hingga seluruh wilayahnya sempat masuk kategori tidak sehat. Situasi tersebut menjadi perhatian karena merupakan kejadian pertama dalam beberapa tahun terakhir ketika lima wilayah pemantauan Singapura secara bersamaan mencatat kualitas udara pada level tersebut.
Seluruh Wilayah Singapura Sempat Terdampak
Badan Lingkungan Nasional Singapura atau National Environment Agency (NEA) mencatat memburuknya kualitas udara di seluruh wilayah pada Selasa pagi.
Indeks Standar Polutan atau Pollutant Standards Index (PSI) 24 jam di wilayah tengah bahkan mencapai 154. Angka tersebut berada dalam kategori tidak sehat. Wilayah utara yang sebelumnya masih berada pada tingkat lebih rendah kemudian turut melewati batas kategori tersebut.
Kondisi ini terlihat dari sejumlah kawasan perkotaan Singapura yang tampak diselimuti lapisan kabut. Gedung-gedung yang biasanya terlihat jelas dari kejauhan menjadi samar, sementara aktivitas masyarakat di luar ruangan ikut terdampak.
Pada perkembangan berikutnya, kualitas udara mulai mengalami sedikit perbaikan. Namun hingga Selasa malam, wilayah tengah masih menjadi kawasan dengan angka PSI tertinggi, sementara beberapa wilayah lainnya masih berada pada tingkat tidak sehat.
Asap Berasal dari Kebakaran di Indonesia
NEA menjelaskan bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan pergerakan asap dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.
Asap dengan intensitas sedang hingga pekat dari Kalimantan terbawa menuju Singapura setelah perubahan arah angin. Sebagian asap juga berasal dari kawasan Sumatra bagian selatan.
Faktor cuaca turut membuat persoalan kabut asap semakin sulit diatasi. Kondisi kering masih diperkirakan terjadi di Singapura dan kawasan sekitarnya, sementara angin diprediksi terus bergerak dari arah tenggara hingga timur-tenggara.
Situasi tersebut membuat Singapura berpotensi kembali mengalami paparan kabut asap apabila kebakaran di wilayah sumber belum berhasil dikendalikan.
Pemandangan Kota Berubah karena Kabut
Sejumlah foto dari Singapura memperlihatkan perubahan kondisi lingkungan akibat kabut asap. Kawasan yang biasanya memiliki jarak pandang luas terlihat tertutup lapisan putih keabu-abuan.
Di beberapa lokasi, masyarakat terlihat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan. Kabut juga tampak dari kawasan permukiman dan area yang biasanya ramai dikunjungi warga maupun wisatawan.
Bagi negara dengan aktivitas perkotaan yang sangat padat seperti Singapura, kualitas udara menjadi perhatian penting. Masyarakat yang memiliki kondisi kesehatan tertentu menjadi kelompok yang lebih rentan ketika konsentrasi polutan meningkat.
NEA sebelumnya telah mengimbau kelompok rentan, termasuk anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit jantung atau paru-paru kronis untuk mengurangi aktivitas fisik berat dan berkepanjangan di luar ruangan ketika kualitas udara berada pada tingkat tidak sehat.
Malaysia Juga Mengalami Dampaknya
Dampak kabut asap tidak berhenti di Singapura. Sejumlah wilayah Malaysia juga mengalami penurunan kualitas udara akibat kondisi cuaca dan asap kebakaran yang bergerak melintasi kawasan Asia Tenggara.
Pada 15 September, puluhan wilayah di Malaysia tercatat mengalami kualitas udara tidak sehat. Sarawak menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak karena lokasinya berdekatan dengan Kalimantan.
Kondisi serupa juga terlihat di sejumlah wilayah Semenanjung Malaysia, termasuk kawasan Johor dan Lembah Klang.
Situasi tersebut memperlihatkan bagaimana kebakaran hutan dan lahan di satu negara dapat memberikan dampak lintas batas. Ketika asap terbawa angin, wilayah negara tetangga dapat ikut mengalami penurunan kualitas udara meskipun sumber api berada jauh dari pusat kota mereka.
Karhutla Indonesia Masih Menjadi Tantangan
Di Indonesia sendiri, kebakaran hutan dan lahan masih menjadi persoalan serius sepanjang musim kemarau. Kebakaran terjadi di sejumlah wilayah, terutama di kawasan yang memiliki lahan gambut dan vegetasi mudah terbakar.
Kondisi cuaca yang kering membuat api lebih mudah menyebar dan proses pemadaman menjadi lebih sulit. Asap dari kebakaran juga dapat bertahan di atmosfer dan bergerak mengikuti pola angin.
Laporan Associated Press menyebut kebakaran di Kalimantan telah menyebabkan gangguan aktivitas dan menurunkan jarak pandang di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi tersebut juga berdampak hingga negara-negara tetangga.
Sementara itu, Reuters melaporkan bahwa peningkatan kasus gangguan pernapasan di Indonesia turut menjadi perhatian selama periode kebakaran ini. Data Kementerian Kesehatan yang dikutip Reuters menunjukkan jumlah kasus gangguan pernapasan meningkat tajam pada awal September.
Kabut Asap Jadi Masalah Lintas Negara
Peristiwa yang terjadi di Singapura kembali menunjukkan bahwa persoalan karhutla tidak berhenti pada batas wilayah Indonesia. Asap dapat bergerak mengikuti angin dan memengaruhi negara-negara di kawasan.
Bagi Singapura, kondisi pada September 2026 menjadi pengingat bahwa perubahan arah angin dan aktivitas kebakaran di negara tetangga dapat dengan cepat memengaruhi kualitas udara di dalam negeri.
Untuk Indonesia, pengendalian kebakaran menjadi penting bukan hanya demi melindungi hutan dan masyarakat di wilayah terdampak, tetapi juga untuk mengurangi dampak asap terhadap kawasan Asia Tenggara.
Sementara itu, masyarakat Singapura masih harus memantau perkembangan kualitas udara dalam beberapa hari ke depan. Jika kondisi kering dan arah angin tetap sama, kabut asap berpotensi kembali muncul atau bertahan di sejumlah wilayah.
Kabut yang menyelimuti gedung-gedung Singapura pada pertengahan September ini pada akhirnya menjadi gambaran nyata bahwa kebakaran hutan dan lahan merupakan persoalan lingkungan yang dampaknya dapat melampaui batas negara.

