Kapolres Metro Tangerang Kota Tinjau Sungai Cisadane di Kali Pasir untuk Pastikan Keamanan Warga
Tangerang, 11 Februari 2026 – Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari, S.H., S.I.K., M.Si., turun langsung melakukan peninjauan kondisi Bantaran Sungai Cisadane di Jalan Kali Pasir, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang. Ini merupakan respons cepat atas dugaan pencemaran lingkungan akibat kebakaran gudang pestisida di wilayah Tangerang Selatan yang berdampak luas terhadap aliran Sungai Cisadane dan kehidupan masyarakat di sekitarnya.
Peninjauan ini bukan hanya soal pengamatan visual, tetapi juga bagian dari upaya aparat kepolisian bersama sejumlah instansi untuk melindungi masyarakat dari potensi dampak negatif pencemaran lingkungan, termasuk risiko terhadap kesehatan dan sumber air bersih yang dipakai warga sehari-hari.
Latar Belakang Pencemaran Sungai Cisadane
Insiden ini bermula dari kebakaran sebuah gudang yang menyimpan pestisida di kawasan Tangerang Selatan, yang kemudian dicurigai menyebabkan sejumlah zat kimia terbawa aliran air menuju Sungai Cisadane. Dampaknya terlihat jelas secara visual, yakni perubahan warna air sungai menjadi putih pekat, serta fenomena ikan-ikan yang mati mendadak di beberapa titik sepanjang aliran sungai.
Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran publik mengenai keamanan lingkungan, pasokan air bersih, dan potensi dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, terutama bagi warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai dan bergantung pada pemanfaatan ekosistem air tersebut.
Kapolres Turun Langsung Cek Kondisi Sungai
Sebagai langkah awal, Kapolres Metro Tangerang Kota memimpin pengecekan langsung kondisi sungai secara menyeluruh di bantaran Sungai Cisadane, mulai dari titik terdampak perubahan warna air hingga lokasi-lokasi di aliran sungai yang dilaporkan kondisi lingkungan abnormal. Dalam pengecekan ini, Kapolres tidak hanya berjalan di pinggir sungai, tetapi juga menggunakan perahu karet dan peralatan keselamatan untuk menelusuri kondisi air di beberapa titik strategis.
Kegiatan tersebut turut melibatkan jajaran pejabat utama Polres Metro Tangerang Kota, bersama perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Kesehatan, pihak PDAM Tirta Benteng, unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas, serta perangkat kelurahan setempat.
Dalam pengecekan tersebut, Kapolres menegaskan bahwa tujuan utama kunjungan ini adalah untuk memastikan secara langsung dampak pencemaran terhadap lingkungan dan keselamatan warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai. Hal ini sekaligus untuk memberikan rasa aman dan keyakinan kepada masyarakat bahwa pihak kepolisian serta instansi terkait bersinergi dalam menangani permasalahan tersebut.
Imbauan Kepada Masyarakat
Berdasarkan pengamatan lapangan dan koordinasi dengan instansi terkait, Kapolres Metro Tangerang Kota mengeluarkan beberapa imbauan penting bagi warga:
- Tidak mengonsumsi ikan-ikan yang mati dari Sungai Cisadane, karena dikhawatirkan ikan-ikan tersebut telah terkontaminasi zat kimia berbahaya dari pestisida.
- Menghindari pemanfaatan langsung air sungai untuk kebutuhan konsumsi, terutama bila belum dinyatakan aman oleh pihak berwenang dan tim pengecekan kualitas air.
Peringatan ini disampaikan tidak hanya sebagai langkah formal, tetapi sebagai upaya nyata untuk mencegah risiko kesehatan dan bahaya jangka panjang yang bisa timbul akibat kontak langsung dengan air atau ikan yang terkontaminasi.
Distribusi Air Bersih dan Respons PDAM
Salah satu kekhawatiran warga adalah pasokan air bersih yang sempat terdampak oleh fenomena pencemaran tersebut, karena Sungai Cisadane merupakan sumber baku utama untuk instalasi pengolahan air minum milik PDAM Tirta Benteng.
Namun, kini menurut keterangan Kapolres, distribusi air bersih berangsur pulih kembali normal setelah pihak PDAM melakukan pemeriksaan kualitas air dan mengoptimalkan seluruh instalasi pengolahan airnya.
Kapolres juga menyampaikan bahwa PDAM telah menyiapkan armada mobil tangki air bersih yang siap bergerak untuk membantu kebutuhan masyarakat apabila situasi berubah atau diperlukan bantuan air bersih tambahan di wilayah yang terdampak.
Sinergi Instansi dalam Pemantauan Lingkungan
Koordinasi lintas instansi menjadi hal krusial dalam kejadian ini. Kapolres Metro Tangerang Kota bersama pejabat dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, Perumda Tirta Benteng, serta unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas terus melakukan pemantauan kondisi sungai dari waktu ke waktu.
Pemantauan ini mencakup:
- Pengambilan sampel air untuk dianalisis secara laboratorium.
- Pengawasan perubahan warna air dan kondisi ekosistem sungai secara berkala.
- Koordinasi distribusi air bersih untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Kapolres juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi lingkungan tersebut hingga dinyatakan aman oleh pihak berwenang dan tidak lagi menimbulkan risiko bagi kesehatan masyarakat.
Dampak Lingkungan dan Kesehatan
Fenomena ikan yang mati mendadak dan warna air yang berubah menjadi putih putih ini merupakan indikator adanya pencemaran lingkungan yang serius. Pencemaran ini diduga kuat berasal dari zat-zat kimia yang terlepas akibat kebakaran gudang pestisida, dan dapat mengandung komponen berbahaya jika masuk tubuh manusia atau hewan yang memanfaatkan air sungai tersebut.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap risiko kontaminasi lingkungan seperti ini, terutama ketika pencemaran terjadi pada sumber daya alam yang biasa dimanfaatkan sehari-hari. Dengan demikian, kepedulian menjaga kebersihan lingkungan serta pelaporan cepat terhadap kejadian serupa menjadi sangat penting bagi keselamatan bersama.
Harapan dan Langkah Selanjutnya
Upaya peninjauan yang dilakukan Kapolres Metro Tangerang Kota di Kali Pasir ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi warga, sekaligus menjadi titik awal koordinasi berkelanjutan untuk mengatasi dampak pencemaran lingkungan di Sungai Cisadane.
Kapolres menekankan bahwa peran serta masyarakat sangat dibutuhkan dalam:
- Melaporkan kejadian lingkungan yang tampak tidak normal.
- Mematuhi imbauan kesehatan resmi dari pihak berwenang.
- Berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan tetap bersih dan aman.
Sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, instansi teknis, dan masyarakat merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa lingkungan dan sumber air yang menjadi bagian kehidupan warga tetap terlindungi dari ancaman pencemaran.
Kesimpulan
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari melakukan peninjauan langsung kondisi Sungai Cisadane di Kali Pasir sebagai respons terhadap dugaan pencemaran lingkungan akibat kebakaran gudang pestisida di Tangerang Selatan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan keselamatan warga, serta mengantisipasi dampak negatif terhadap pasokan air bersih dan kesehatan masyarakat.
Polisi bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan berkala, mengimbau warga untuk tidak mengonsumsi ikan dari sungai, serta mendukung pemulihan kualitas air bersih yang kini mulai berangsur normal.

