Kejaran Berakhir di Dubai, Penembak Jenderal Rusia Akhirnya Tertangkap
Jakarta – Seorang jenderal militer Rusia berpangkat tinggi Letnan Jenderal Vladimir Alekseyev ditembak pria tak dikenal di ibu kota Moskow. Saat ini pihak keamanan telah mengamankan terduga pelaku yang merupakan seorang pria Rusia di Dubai.
Dilansir AFP yang mengutip laporan media Rusia, Minggu (8/2/2026), Dinas keamanan FSB Rusia terduga pelaku merupakan pria berusia 60-an. Ia “ditangkap dan diserahkan ke Rusia” setelah melarikan diri ke Uni Emirat Arab.
Sementara seorang tersangka kaki tangan ditangkap di Moskow dan yang lainnya melarikan diri ke Ukraina.
Diketahui, beberapa pejabat militer berpangkat tinggi telah dibunuh di Rusia dan di wilayah Ukraina yang dikuasai Moskow sejak Rusia melancarkan serangan militer skala penuh terhadap negara tetangganya pada Februari 2022.
Sebelumnya, Wakil Kepala Dinas Intelijen Militer GRU Rusia, Alekseyev, ditembak di sebuah apartemen di Moskow pada hari Jumat dan dirawat di rumah sakit.
Ia dikenai sanksi Barat atas dugaan perannya dalam serangan siber dan pengorganisasian serangan agen saraf terhadap pembelot Rusia Sergei Skripal di Inggris pada tahun 2018.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menuduh Ukraina sebagai dalang penembakan tersebut.
Kyiv, yang telah mengklaim bertanggung jawab atas pembunuhan beberapa pejabat militer Rusia berpangkat tinggi sejak awal perang, belum berkomentar dalam kasus ini.
- Kesimpulan
Penangkapan pelaku penembakan Letnan Jenderal Vladimir Alekseyev di Dubai menandai berakhirnya sebuah kejaran internasional yang sarat intrik dan ketegangan geopolitik. Insiden ini bukan sekadar kasus kriminal biasa, melainkan cerminan dari kerasnya konflik Rusia–Ukraina yang kini merambah ke operasi intelijen dan aksi tersembunyi lintas negara.
Dengan keterlibatan pejabat militer tingkat tinggi, tudingan politik, serta jejak pelarian hingga ke Timur Tengah, kasus ini menegaskan bahwa perang modern tak hanya berlangsung di medan tempur, tetapi juga di balik layar diplomasi dan keamanan global. Dunia pun kini menanti, apakah pengungkapan kasus ini akan membuka fakta baru atau justru memicu babak konflik yang lebih panas.

