BeritaKriminalitasViral

Update Banjir Jakarta: 140 RT dan 16 Ruas Jalan Masih Tergenang per Pukul 15.00 WIB

JAKARTA beritasekarang.id — Banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta sejak Kamis (22/1/2026) masih terus berlangsung hingga siang ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat 140 Rukun Tetangga (RT) dan 16 ruas jalan utama masih terendam air per Jumat pukul 15.00 WIB, menandakan genangan masih signifikan di ibu kota.

Banjir yang tak kunjung surut ini berdampak luas pada aktivitas masyarakat dan kondisi lalu lintas, sekaligus memicu upaya penanganan darurat dari berbagai instansi pemerintah setempat. Simak detail informasi terbaru seputar kondisi daerah terdampak, respons pihak berwenang, serta himbauan untuk warga.


Data Terbaru: RT dan Ruas Jalan Tergenang

BPBD DKI Jakarta mencatat hingga pukul 15.00 WIB jumlah wilayah terdampak sudah mencapai 140 RT dan 16 ruas jalan yang masih terendam air di berbagai penjuru kota. Posisi genangan bervariasi tergantung lokasi dan kondisi drainase di sekitarnya.

Data tersebut merupakan pembaruan dari kondisi sebelumnya yang melaporkan puluhan RT dan ruas jalan terdampak pada pagi dan siang hari, menunjukkan bahwa banjir cenderung meluas karena hujan deras masih berlangsung.


Wilayah Permukiman yang Tergenang Banjir

Beberapa wilayah permukiman yang terdampak banjir tersebar di empat kota administrasi, yakni Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara. Berikut ini rincian data genangan yang tercatat BPBD:

Jakarta Barat

Jakarta Barat menjadi salah satu wilayah dengan jumlah RT terdampak terbanyak, yaitu mencapai 40 RT. Genangan air disebabkan oleh curah hujan tinggi dan luapan beberapa sungai serta drainase yang tak mampu menampung volume air yang besar.

Beberapa kelurahan yang terdampak parah di Jakarta Barat antara lain:

  • Duri Kosambi – Genangan 50–120 cm
  • Kapuk – Genangan 50–65 cm
  • Kedaung Kali Angke – Genangan sekitar 80 cm
  • Rawa Buaya – Genangan 45–120 cm
  • Kedoya Selatan – Genangan ±75 cm
  • Kedoya Utara – Genangan 15–80 cm

Kawasan ini sebelumnya juga ramai dilaporkan mengalami banjir parah pada siang hari.

Jakarta Selatan

Di Jakarta Selatan, genangan air masih menyelimuti sejumlah RT, termasuk di kelurahan yang sebelumnya sudah dilaporkan terdampak banjir oleh hujan tinggi. Masyarakat di kawasan seperti Petogogan dan Cipulir terpaksa menyesuaikan aktivitas karena ketinggian air mencapai puluhan hingga ratusan sentimeter di beberapa titik.

Jakarta Timur

Jakarta Timur juga mengalami banjir dengan genangan yang cukup tinggi di beberapa wilayah, terutama Cipinang Melayu dan sekitarnya. Luapan Kali PHB Sulaiman serta curah hujan tinggi menjadi faktor utama penyebab meluapnya air di kawasan ini.

Jakarta Utara dan Pusat

Jakarta Utara juga mencatat beberapa RT yang tergenang, sementara di Jakarta Pusat banjir merendam sejumlah area permukiman dan ruas jalan utama. Meskipun jumlahnya lebih kecil dibanding wilayah lain, banjir tetap mengganggu mobilitas warga.


Ruas Jalan Utama yang Terendam

Selain permukiman, 16 ruas jalan utama di Jakarta masih tergenang air, mengganggu arus lalu lintas dan mobilitas warga. Titik-titik genangan umumnya tersebar di jalan protokol maupun jalur alternatif.

Beberapa ruas jalan yang dilaporkan masih terdampak banjir antara lain:

  • Jalan Daan Mogot Km 13 di Cengkareng Timur (±30 cm)
  • Jalan Basoka Raya di Joglo (±50 cm)
  • Jalan Raya Cipinang Indah di Jakarta Timur (±15–20 cm)
    (Data ini merupakan contoh titik banjir, dan genangan lain tersebar lebih luas di berbagai jalan utama.)

Tergenangnya jalan-jalan protokol ini membuat kendaraan harus melaju dengan hati-hati atau mencari jalur alternatif demi menghindari mogok atau terjebak air.


Penyebab Genangan Meluas

BPBD DKI Jakarta menyatakan banjir yang masih berlangsung hingga siang ini dipicu oleh curah hujan sangat tinggi sejak Kamis dan topografi wilayah yang rentan mengakumulasi air. Kondisi drainase yang terbatas di beberapa titik memperparah terjadinya genangan, apalagi ketika volume air melebihi kapasitas sistem penampungan air di jalan maupun permukiman.

Selain hujan lokal, beberapa sungai kecil seperti Kali Angke, Ciliwung, dan Pesanggrahan juga mengalami luapan yang tak tertampung, sehingga memperluas area banjir di wilayah barat dan selatan Jakarta.


Respons dan Koordinasi Penanganan Banjir

Pihak BPBD DKI Jakarta telah menurunkan personel untuk memantau kondisi genangan secara langsung di lapangan. Selain pemantauan, koordinasi lintas perangkat daerah seperti Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) dilakukan untuk menyedot air dan memastikan saluran drainase berfungsi optimal.

Beberapa lokasi pengungsian juga telah disiapkan untuk warga yang terdampak parah dan tidak bisa bertahan di rumah masing-masing, terutama di wilayah yang genangannya mencapai lebih dari 1 meter.

BPBD juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap perkembangan cuaca ekstrem dan potensi genangan baru, serta segera melapor ke layanan darurat jika ditemukan situasi yang membahayakan keselamatan masyarakat.


Dampak terhadap Aktivitas Warga

Banjir yang berlangsung hingga siang ini berdampak langsung bagi banyak warga Jakarta. Warga yang tinggal di permukiman rendah terpaksa menunda aktivitas keluar rumah, terutama saat banjir melonjak di pagi dan siang hari. Transportasi umum dan kendaraan pribadi pun mengalami hambatan di sejumlah ruas jalan utama.

Beberapa warga melaporkan bahwa aktivitas sekolah dan kerja terganggu, dengan orang tua terpaksa mencari cara alternatif untuk membawa anak ke sekolah atau bekerja melalui jalur yang tidak terendam. Jalan-jalan yang tergenang juga membuat tekanan pada sektor logistik dan distribusi barang kebutuhan harian.


Himbauan Warga dan Kesiapsiagaan

BPBD DKI Jakarta kembali mengimbau warga supaya memantau informasi cuaca dan kondisi genangan dari kanal resmi, serta menyiapkan kebutuhan dasar seperti makanan dan obat-obatan bila terpaksa tinggal di rumah dalam kondisi banjir. Layanan darurat seperti nomor 112 tetap aktif 24 jam untuk membantu warga dalam situasi genting.

Warga juga diminta untuk menghindari area banjir yang dalam atau berarus kuat, serta tidak mencoba melewati genangan jika ketinggian air menyulitkan kendaraan untuk melintasi. Tindakan antisipatif ini dapat mencegah kecelakaan dan kerusakan kendaraan.


Prospek Banjir di Sisa Hari

Meski banjir masih meluas hingga siang hari, pihak BPBD menargetkan bahwa genangan akan mulai surut apabila curah hujan menurun dan sistem drainase bekerja optimal. Namun warga tetap diingatkan bahwa potensi hujan susulan masih ada pada sore hingga malam hari, sehingga perlu berjaga-jaga sepanjang hari.


Kesimpulan

Banjir di Jakarta akibat hujan deras yang berlangsung sejak Kamis masih berdampak signifikan hingga hari ini. BPBD DKI Jakarta mencatat setidaknya 140 RT dan 16 ruas jalan masih tergenang, dengan genangan mencapai ketinggian puluhan hingga ratusan sentimeter di sejumlah lokasi.

Penanganan darurat terus dilakukan, namun warga tetap diminta untuk memantau kondisi cuaca, berhati-hati saat beraktivitas, dan mengikuti arahan otoritas setempat demi keselamatan bersama.