AS Tangkap Presiden Venezuela: Reaksi Keras Rusia, China, dan Dunia Internasional
Jakarta beritasekarang.id — Dunia diguncang oleh aksi militer tak terduga yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela pada awal Januari 2026. Dalam sebuah operasi besar-besaran yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump, pasukan elite Amerika dilaporkan telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, di ibu kota Caracas. Pengumuman ini segera memicu gelombang kecaman internasional dari sejumlah negara besar seperti Rusia dan China, serta reaksi beragam dari negara-negara lain di seluruh dunia.
Operasi Militer dan Penangkapan Maduro
Menurut pernyataan resmi dari Gedung Putih, operasi militer skala besar dilancarkan AS pada Sabtu pagi waktu setempat. Serangan ini menargetkan sejumlah lokasi strategis di Venezuela untuk menangkap Menteri Presiden Nicolas Maduro, yang selama ini menjadi figur kontroversial di arena politik global. Trump dalam pernyataannya menyatakan bahwa pasukan Amerika berhasil melakukan “large scale strike” dan menangkap Maduro bersama istrinya sebelum membawa mereka keluar dari Venezuela.
Pasca penangkapan, Maduro dan Flores dilaporkan telah diterbangkan ke Amerika Serikat dan kini berada di tahanan di New York, sebagaimana disebutkan dalam pernyataan Trump dan media internasional.
Gelombang kecaman langsung muncul dari Caracas, di mana pihak berwenang Venezuela menolak langkah itu sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan mereka. Mahkamah Agung Venezuela bahkan menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai Presiden Sementara, menegaskan penolakan rezim Caracas terhadap intervensi militer AS.
Kecaman Rusia: “Agresi Tak Dapat Dibenarkan”
Salah satu reaksi paling keras datang dari Rusia. Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan tindakan AS sebagai bentuk “agresi bersenjata” yang sangat mengkhawatirkan dan tidak memiliki pembenaran yang dapat diterima. Moskow menegaskan bahwa dalih-dalih yang digunakan Washington untuk melakukan intervensi tersebut tidak dapat dibenarkan, menuduh permusuhan ideologis telah mengalahkan diplomasi.
Dalam pernyataannya, Rusia menyerukan AS untuk menghindari eskalasi lebih lanjut dan mendorong penyelesaian krisis melalui dialog. Pemerintah Moskow juga menegaskan solidaritasnya dengan rakyat Venezuela dan menekankan pentingnya menghormati kedaulatan negara-negara lain.
China Kecam Keras: Seruan Pembebasan Maduro
China juga bereaksi dengan keras terhadap aksi militer AS dan penangkapan Maduro. Kementerian Luar Negeri China mengeluarkan pernyataan yang menyerukan agar AS segera membebaskan Maduro dan istrinya serta menjamin keselamatan mereka. pemerintah Beijing menggambarkan tindakan tersebut sebagai pelanggaran jelas terhadap hukum internasional dan kedaulatan Venezuela.
China menegaskan bahwa langkah-langkah seperti ini tidak hanya mengancam hubungan bilateral, tetapi juga stabilitas regional di kawasan Amerika Latin dan Karibia. Dalam pernyataannya, Beijing meminta AS menghentikan upaya-upaya yang dianggapnya bertujuan menggulingkan rezim Venezuela, menyerukan penyelesaian konflik melalui dialog dan negosiasi.
Reaksi Dunia Internasional Lainnya
Selain Rusia dan China, reaksi berbagai negara juga bermunculan dengan nuansa berbeda-beda:
Negara-negara Amerika Latin
Beberapa negara tetangga di Amerika Latin mengutuk intervensi AS. Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menyebut serangan itu sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan Venezuela dan preseden berbahaya bagi seluruh komunitas internasional. Pemimpin Kolombia menilai operasi itu sebagai bentuk agresi terhadap kedaulatan regional.
Namun, sikap di wilayah ini tidak seragam. Ada beberapa negara yang cenderung mengambil posisi lebih netral atau berhati-hati dalam menyampaikan kritik langsung terhadap Washington.
Eropa dan Sekutu AS
Beberapa pemimpin Eropa turut menyoroti pentingnya hukum internasional dalam menanggapi krisis tersebut. Kanselir Jerman Friedrich Merz menekankan perlunya evaluasi hukum yang hati-hati atas intervensi AS, sementara pejabat Uni Eropa lainnya menyerukan transisi yang tertib menuju pemerintahan yang diakui secara internasional, tanpa menjustifikasi penggunaan kekuatan militer unilateral oleh AS.
Sekutu AS
Negara-negara yang secara tradisional bersahabat dengan AS, seperti Israel dan Ukraina, menyatakan dukungan mereka terhadap tindakan Washington atau menekankan perlunya memprioritaskan nilai-nilai demokrasi dalam penanganan Venezuela.
Isu Hukum Internasional dan PBB
Langkah AS ini turut menarik perhatian di tingkat PBB. Keabsahan penangkapan Presiden Maduro kini menjadi bahan diskusi serius di Dewan Keamanan PBB, di mana sejumlah negara mengecam tindakan tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional. Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyebut operasi itu sebagai preseden berbahaya yang dapat mengganggu prinsip-prinsip dasar Piagam PBB.
Para ahli hukum internasional mencatat bahwa penangkapan seorang kepala negara yang sedang menjabat oleh kekuatan militer asing tanpa otorisasi PBB atau persetujuan negara yang bersangkutan adalah langkah yang sangat kontroversial dan berpotensi bertentangan dengan hukum internasional yang diatur dalam Piagam PBB.
Dampak Jangka Panjang dan Ketidakpastian Politik
Krisis Venezuela ini diperkirakan akan memiliki dampak geopolitik jangka panjang. Penangkapan Maduro, yang selama ini dikenal sebagai sekutu dekat Rusia dan China, dipandang oleh banyak pengamat sebagai langkah signifikan yang berpotensi mengubah keseimbangan politik di Amerika Latin.
Venezuela sendiri telah menghadapi tekanan internasional bertahun-tahun karena dugaan pelanggaran demokrasi dan hubungan kontroversial dengan kelompok-kelompok yang dinyatakan ilegal oleh AS. Namun, respons militer langsung seperti ini tetap berada di luar kebiasaan dan memicu perdebatan global tentang batasan kebijakan luar negeri dan penggunaan kekuatan militer.
Penutup
Kisah penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh AS kini menjadi titik fokus konflik geopolitik besar di dunia. Reaksi keras dari Rusia dan China mencerminkan pergeseran rivalitas global yang mendalam, sementara respons beragam dari negara lain menunjukkan kompleksitas hubungan internasional saat ini. Terlepas dari perdebatan hukum dan politik yang berlangsung, dunia memasuki fase penuh ketidakpastian dengan implikasi yang mungkin akan terasakan jauh di luar perbatasan Venezuela.

