Dua Polisi Gugur Tertabrak Truk TNI saat Tugas Penanganan Longsor di Cisarua
BANDUNG BARAT beritasekarang.id — Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Kepolisian Republik Indonesia (Polri) setelah dua anggota polisi dinyatakan gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan pada Sabtu sore, 24 Januari 2026. Keduanya, Aiptu Hendra Kurniawan dan Aipda Muhammad Jerry Sonconery, meninggal dunia setelah tertabrak truk milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat hendak menuju lokasi bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Peristiwa tragis ini terjadi ketika kedua personel sedang dalam perjalanan menuju titik Longsor Cisarua di Jalan Cimeta, Kampung Cimeta. Kecelakaan yang menewaskan kedua polisi ini menjadi sorotan publik lantaran terjadi dalam konteks operasi penanggulangan bencana alam — sebuah misi untuk menyelamatkan dan membantu warga terdampak longsor.
Kronologi Kejadian Menjelang Tragedi
Menurut keterangan berbagai pihak yang terlibat, kejadian nahas terjadi sekitar pukul 15.30 WIB di Jalan Cimeta. Saat itu, kedua anggota polisi tersebut menggunakan sepeda motor dalam perjalanan menuju lokasi longsor. Mereka berjalan beriringan dengan rombongan kendaraan dinas lain yang akan memberikan bantuan di lokasi bencana.
Sebelumnya, seorang truk dari rombongan berhenti mendadak di depan kedua korban. Pada saat bersamaan, truk di belakang yang ikut dalam rombongan mengalami gangguan pengereman sehingga tidak dapat berhenti tepat waktu. Akibatnya, sepeda motor yang ditumpangi kedua anggota polisi terhimpit di antara dua kendaraan besar tersebut.
Benturan yang terjadi sangat keras sehingga Aiptu Hendra Kurniawan dan Aipda Muhammad Jerry Sonconery tewas seketika di tempat kejadian perkara. Kecelakaan ini kemudian ditindaklanjuti sebagai peristiwa kecelakaan lalu lintas (laka lantas), meskipun keduanya berada dalam misi kemanusiaan.
Identitas dan Latar Belakang Korban
Korban pertama, Aiptu Hendra Kurniawan, tercatat sebagai anggota Bhabinkamtibmas yang berdomisili di Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Sedangkan Aipda Muhammad Jerry Sonconery merupakan anggota Bhabinkamtibmas asal Kampung Ciputri, Kelurahan Cigugur Tengah, Kota Cimahi.
Kedua almarhum diketahui aktif dalam tugas pelayanan masyarakat dan telah lama berdedikasi dalam berbagai bentuk operasi kepolisian, termasuk tugas-tugas kemanusiaan seperti penanggulangan bencana alam. Kepergian mereka meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan kerja, dan seluruh jajaran Polri.
Kapolda Jawa Barat Buka Suara
Kapolda Jawa Barat, Inspektur Jenderal Rudy Setiawan, menyampaikan konfirmasi resmi terkait insiden tragis ini. Ia menyebut bahwa kedua anggota tersebut gugur saat terlibat langsung dalam operasi penanggulangan bencana di Cisarua. Rudy juga menegaskan bahwa keduanya dinyatakan gugur dalam tugas karena kejadian tersebut terjadi saat mereka sedang menunaikan amanah negara di tengah kondisi darurat bencana.
Sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian mereka, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan kenaikan pangkat luar biasa (anumereta) satu tingkat lebih tinggi bagi kedua korban. Upacara penghormatan dan pemakaman telah dilaksanakan, dengan satu korban dimakamkan pada malam hari dan satu lagi pada pagi hari berikutnya.
Kapolda juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga besar kedua almarhum dan memastikan bahwa seluruh hak serta penghargaan keluarga akan dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku. Komitmen ini mencerminkan penghormatan tinggi Polri terhadap anggota yang gugur dalam tugas kemanusiaan.
Pernyataan TNI AD dan Solidaritas Antar Institusi
Pihak TNI Angkatan Darat (AD) turut memberikan penjelasan resmi mengenai insiden tersebut. Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen Donny Pramono, menyatakan bahwa peristiwa kecelakaan itu merupakan sebuah musibah yang tidak diharapkan sekaligus sangat disesalkan oleh keluarga besar TNI.
Dalam pernyataannya, Pangdam III/Siliwangi menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga almarhum serta kepada seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia. TNI menyatakan empati dan dukungan penuh terhadap proses penyelidikan serta penanganan insiden ini secara profesional.
Donny menegaskan bahwa hubungan dan solidaritas antara TNI dan Polri tetap kuat dan tak tergoyahkan meskipun insiden tragis ini terjadi. Ia juga menyatakan bahwa pihaknya menghormati hak keluarga serta proses hukum yang tengah berjalan terkait penyelidikan kecelakaan tersebut.
Reaksi Publik dan Himbauan Keamanan
Berita tentang gugurnya dua polisi dalam misi kemanusiaan ini mendapat perhatian publik luas, termasuk dari berbagai kalangan masyarakat dan tokoh pemerintahan. Banyak warga menyampaikan dukungan moral kepada keluarga korban serta penghargaan terhadap dedikasi kedua personel yang gugur saat membantu dalam penanganan bencana longsor yang juga menelan banyak korban lainnya.
Dalam konteks bencana longsor Cisarua, tim gabungan telah dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian dan evakuasi terhadap korban terdampak tanah longsor, termasuk warga yang dinyatakan hilang ataupun terperangkap di lokasi bencana tersebut. Badan SAR Nasional (Basarnas), TNI, Polri, dan relawan turut serta dalam upaya tersebut.
Hingga saat ini, pencarian dan penanganan bencana longsor masih berlangsung, dengan melibatkan ratusan personel SAR yang terus bekerja keras di medan yang sulit demi menemukan dan mengevakuasi korban longsor yang tersisa.
Bahaya Tugas Kemanusiaan di Tengah Medan Ekstrem
Penanganan bencana, khususnya bencana alam seperti tanah longsor, adalah tugas yang penuh risiko. Kondisi medan yang ekstrem, jalur yang licin atau tidak rata, serta lalu lintas kendaraan bantuan yang padat sering kali memperbesar potensi kecelakaan — seperti yang terjadi di Jalan Cimeta.
Dalam momen seperti ini, koordinasi antar instansi dan keselamatan personel menjadi sangat penting, sehingga kejadian tragis seperti gugurnya dua polisi di Cisarua menjadi pengingat bahwa pekerja kemanusiaan sering kali menghadapi ancaman keselamatan yang nyata demi menyelamatkan nyawa orang lain.
Warisan dan Kenangan Bagi Keluarga Besar Polri
Aiptu Hendra Kurniawan dan Aipda Muhammad Jerry Sonconery kini dikenang sebagai pahlawan yang gugur dalam tugas ketika melaksanakan misi kemanusiaan untuk membantu sesama. Pengakuan resmi berupa kenaikan pangkat anumerta menandai penghargaan tertinggi atas dedikasi dan pengorbanan mereka.
Keluarga serta rekan-rekan dari kedua almarhum dipastikan menerima dukungan penuh dari institusi Polri dan berbagai pihak terkait dalam masa duka ini. Meski tragedi ini meninggalkan rasa kehilangan, komitmen kedua personel terhadap tugas dan pelayanan kepada masyarakat akan terus dikenang.
Kesimpulan
Tragedi gelap ini menunjukkan betapa tugas kemanusiaan tidak hanya soal niat baik, tetapi juga tantangan keselamatan yang besar — baik itu dari kondisi geografis, situasi lalu lintas, atau kompleksitas operasi bencana. Gugurnya Aiptu Hendra Kurniawan dan Aipda Muhammad Jerry Sonconery menjadi pengingat bahwa di balik tugas penanggulangan bencana, ada manusia-manusia pemberani yang rela menaruh dirinya di garis depan demi membantu sesama.
Pendekatan profesional dan penghormatan tinggi kepada mereka, termasuk penghargaan berupa kenaikan pangkat anumerta, diharapkan memberi inspirasi dan penghormatan atas dedikasi seluruh personel yang bertugas di medan bencana alam di seluruh Indonesia.

