Olahraga

Layvin Kurzawa Menuju Persib Bandung: Eks Rekan Mbappé Siap Perkuat Maung Bandung

Bandung, 20 Januari 2026 – Rumor besar muncul di dunia sepak bola Indonesia setelah Persib Bandung mengincar Layvin Kurzawa, mantan bek kiri Paris Saint-Germain (PSG) yang pernah satu tim dengan Kylian Mbappé, sebagai rekrutan baru di bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026. Langkah ini berpotensi menjadi salah satu transfer paling menarik di kompetisi musim ini.

Kurzawa, yang kini berstatus bebas transfer, mendapatkan perhatian besar setelah media Prancis L’Equipe melaporkan bahwa ia akan segera tiba di Indonesia dan menandatangani kontrak dengan Persib Bandung hingga akhir musim ini.

Status Transfer dan Negosiasi dengan Persib

Menurut laporan, manajemen Persib sedang mendekati tahap final dalam negosiasi dengan Kurzawa. Pemain berusia 33 tahun itu akan menjadi tambahan berpengalaman untuk lini pertahanan Persib yang sedang bersiap menghadapi jadwal padat kompetisi domestik dan regional.

Persib membuka satu slot pemain asing setelah melepas William Marcilio, dan kemungkinan ini membuat klub lebih fokus memboyong nama besar yang mampu langsung berkontribusi di lapangan. Skuad asuhan Bojan Hodak berharap Kurzawa dapat menutup kekosongan di posisi bek kiri, terutama jika Federico Barba benar-benar meninggalkan klub untuk bergabung dengan tim lain.

Jurnalis Prancis Sébastien Denis juga mengungkap bahwa Kurzawa berada dalam pembicaraan lanjutan dengan Persib melalui unggahan di platform X. Denis menilai klub asal Bandung memiliki reputasi kuat di Asia, terutama setelah lolos ke babak 16 besar AFC Champions League Two.

Karier Gemilang di Eropa

Kurzawa memulai perjalanan profesionalnya di AS Monaco, klub yang juga menjadi tempat awal karier Mbappé sebelum keduanya berpisah. Setelah membuktikan kualitasnya di Monaco, ia pindah ke PSG pada 2015 dan menjadi bagian dari periode dominasi klub tersebut di sepak bola Prancis dan Eropa.

Selama sembilan musim bersama PSG, Kurzawa tampil lebih dari 150 kali di berbagai kompetisi, meraih puluhan gelar domestik termasuk beberapa gelar Ligue 1, dan bermain bersama deretan bintang besar seperti Mbappé, Neymar, dan Lionel Messi.

Selain itu, Kurzawa sempat merasakan pengalaman bermain di Premier League bersama Fulham dan terakhir membela klub Boavista FC di Liga Portugal sebelum kontraknya berakhir pada pertengahan 2025.

Di kancah internasional, Kurzawa juga sempat membela Timnas Prancis, mencatat sekitar 13–14 caps dengan satu gol bagi negara asalnya.

Peran dan Kontribusi yang Diharapkan Persib

Persib berharap bahwa Kurzawa tidak hanya akan menguatkan lini belakang, tetapi juga membawa pengalaman Eropa yang luas untuk skuad mereka. Klub Bandung ini sedang bersaing keras di Super League Indonesia dan juga berlaga di kompetisi Asia, di mana kehadiran pemain yang sudah merasakan sepak bola di level tertinggi akan menjadi nilai tambah besar.

Meski rumor ini terus berkembang, manajemen Persib sejauh ini belum secara resmi mengonfirmasi kesepakatan. Pihak klub memilih untuk tetap fokus pada negosiasi dan proses administratif hingga kontrak benar-benar ditandatangani.

Reaksi Publik dan Pasar Sepak Bola Indonesia

Kabar ketertarikan Persib terhadap Kurzawa langsung menyita perhatian pecinta sepak bola Indonesia, khususnya bobotoh — sebutan untuk suporter Persib. Banyak yang menyambut positif kemungkinan kedatangan pemain kelas dunia ke dalam skuad Maung Bandung.

Namun, beberapa pihak juga menekankan bahwa performa dan kondisi fisik Kurzawa perlu dipastikan matang agar dapat beradaptasi cepat dengan ritme kompetisi lokal yang berbeda dari sepak bola Eropa dan Portugal.

Potensi Dampak Bagi Persib

Jika proses transfer rampung, Kurzawa diproyeksikan menjadi pemain Prancis kedua di Persib setelah Andrew Jung yang sebelumnya sudah bergabung pada awal musim. Kehadiran dua pemain asing asal Eropa ini diharapkan bisa memperkuat daya saing Persib dalam ajang AFC Champions League 2 dan Super League 2025/2026.

Pelatih Bojan Hodak juga memiliki peluang untuk mengembangkan taktik tim dengan variasi pemain yang lebih beragam, terutama di fase pertahanan dan penyerangan dari sisi sayap kiri.