Olahraga

Calvin Verdonk Bicara Blak-blakan soal Peluang Timnas Indonesia Tembus Piala Dunia

BeritaSekarang, Jakarta – Calvin Verdonk menegaskan keyakinannya bahwa Timnas Indonesia suatu hari nanti akan tampil di Piala Dunia FIFA. Menurutnya, mimpi besar itu bukan sekadar wacana—melainkan target realistis yang bisa dicapai jika seluruh elemen sepak bola nasional bergerak dalam satu visi yang sama.

Bek kiri berusia 27 tahun itu menilai, fondasi menuju panggung dunia harus dibangun dari berbagai sisi. Mulai dari semakin banyaknya pemain Indonesia yang mendapat menit bermain di liga-liga top Eropa, hingga peningkatan kualitas kompetisi domestik yang konsisten dan berkelanjutan.

Mimpi yang Tertunda, Bukan Berakhir

Harapan Skuad Garuda untuk mentas di Piala Dunia FIFA 2026 memang harus pupus lebih cepat. Indonesia tersingkir di putaran keempat setelah finis sebagai juru kunci Grup B. Dalam fase krusial tersebut, tim yang saat itu masih ditangani oleh Patrick Kluivert harus mengakui keunggulan Arab Saudi dengan skor 3-2 dan takluk tipis 1-0 dari Irak.

Hasil tersebut menjadi pukulan berat. Namun di balik kekecewaan, Verdonk justru melihat tanda-tanda kemajuan yang tak bisa diabaikan.

“Perkembangan tim ini terasa nyata. Kami semakin solid, semakin percaya diri menghadapi lawan-lawan kuat,” kira-kira demikian optimisme yang tercermin dari pandangannya.

Fondasi Menuju Panggung Dunia

Verdonk menekankan bahwa mimpi besar membutuhkan proses panjang. Konsistensi pembinaan usia muda, jam terbang internasional, serta atmosfer kompetisi lokal yang kompetitif menjadi kunci. Ia juga menyoroti pentingnya mentalitas—bahwa pemain Indonesia harus terbiasa bersaing di level tertinggi agar tidak gentar saat menghadapi tim-tim elite Asia maupun dunia.

Menurutnya, kegagalan kali ini harus menjadi bahan bakar, bukan penghalang. Dengan struktur yang semakin rapi dan pengalaman yang terus bertambah, peluang Indonesia untuk kembali menantang batas bukanlah hal mustahil.

Mimpi tampil di Piala Dunia memang masih harus menunggu. Namun dengan keyakinan, kerja kolektif, dan peningkatan kualitas yang berkelanjutan, asa itu tetap menyala. Dan seperti ditegaskan Calvin Verdonk, suatu saat nanti, Indonesia akan sampai di sana.

“Kualifikasinya tidak berjalan sesuai harapan, tapi kami memainkan beberapa pertandingan bagus melawan negara kuat seperti Arab Saudi dan Australia. Kemenangan atas Arab Saudi sangat menyenangkan. Sayangnya kami belum lolos, tapi kami masih punya waktu untuk suatu hari bisa tampil di Piala Dunia,” ucap Verdonk dalam wawancara eksklusifnya dengan GOAL yang difasilitasi oleh departemen internasional LFP Media

Lebih lanjut, Calvin Verdonk memaparkan sejumlah faktor krusial yang diyakininya dapat mengantarkan Timnas Indonesia mewujudkan mimpi tampil di Piala Dunia FIFA.

Menurutnya, salah satu kunci utama adalah meningkatnya jumlah pemain Indonesia yang berkiprah di level tertinggi Eropa. Pengalaman bermain di liga-liga elite bukan hanya meningkatkan kualitas individu, tetapi juga membentuk mentalitas kompetitif yang sangat dibutuhkan saat membela negara.

Verdonk menilai, atmosfer pertandingan di Eropa—dengan tempo cepat, intensitas tinggi, serta tuntutan taktik yang disiplin—akan memberi dampak signifikan ketika para pemain kembali memperkuat Skuad Garuda. Jam terbang menghadapi lawan kelas dunia membuat mereka lebih siap secara teknis maupun mental.

“Itu sangat dibutuhkan jika kami punya mimpi ke Piala Dunia atau menjuarai Piala Asia. Kami harus berada di level tertinggi dan butuh lebih banyak pemain yang bermain di liga top Eropa agar bisa bersaing dengan negara lain,” imbuhnya.

“Itu sangat dibutuhkan jika kami punya mimpi ke Piala Dunia atau menjuarai Piala Asia. Kami harus berada di level tertinggi dan butuh lebih banyak pemain yang bermain di liga top Eropa agar bisa bersaing dengan negara lain,” imbuhnya.

Namun, Calvin Verdonk juga menggarisbawahi bahwa peningkatan kualitas tidak selalu harus ditempa di Eropa. Menurutnya, yang terpenting bagi setiap pemain adalah mendapatkan menit bermain secara reguler di level klub—di mana pun kompetisinya berlangsung.

Bagi Verdonk, konsistensi tampil di pertandingan resmi jauh lebih krusial dibanding sekadar berada di liga besar tanpa kontribusi nyata. Ritme pertandingan, kepercayaan diri, serta perkembangan taktik dan fisik hanya bisa terasah jika pemain benar-benar dipercaya turun ke lapangan.

Hal ini juga berlaku bagi para pemain keturunan maupun talenta lokal yang merumput di kompetisi domestik seperti Liga 1. Jika mereka mampu tampil konsisten dan menunjukkan performa terbaik setiap pekan, dampaknya akan langsung terasa saat memperkuat Timnas Indonesia.

Dengan kata lain, fondasi kekuatan tim nasional bukan semata soal lokasi bermain, melainkan tentang kualitas kompetisi dan kontinuitas performa. Kombinasi pengalaman internasional dan pemain yang matang di liga domestik diyakini Verdonk sebagai formula ideal untuk membawa Indonesia naik ke level berikutnya.

Verdonk mengatakan: “Bagus jika ada pemain yang pergi ke sana [Indonesia Super League] karena mereka butuh menit bermain. Itu penting untuk tim nasional agar semua pemain mendapat menit bermain. Jika mereka tidak bermain di Eropa, mereka bisa bermain di sana. Itu bagus untuk timnas dan juga untuk liga karena membawa kualitas.”

  • Kesimpulan

Kesimpulan

Optimisme Calvin Verdonk menjadi cerminan bahwa mimpi Timnas Indonesia tampil di Piala Dunia FIFA belumlah padam. Kegagalan di kualifikasi terakhir memang menyisakan kekecewaan, namun di balik itu terdapat progres nyata yang menjadi modal berharga untuk masa depan.

Bagi Verdonk, kunci menuju panggung dunia terletak pada kombinasi yang seimbang: semakin banyak pemain yang merasakan atmosfer liga top Eropa untuk membentuk mentalitas elite, sekaligus memastikan seluruh pemain—baik di luar negeri maupun di kompetisi domestik—mendapatkan menit bermain reguler agar terus berkembang.

Pada akhirnya, jalan menuju Piala Dunia bukan hanya soal bakat, tetapi tentang konsistensi, pembinaan yang berkelanjutan, serta sinergi seluruh elemen sepak bola nasional. Jika fondasi itu terus diperkuat, bukan tidak mungkin Skuad Garuda benar-benar mewujudkan mimpi besar tersebut di masa yang akan datang.