Dokter Bạch Mai Ungkap Makanan “Obat Alami” untuk Pencernaan Sehat Saat Tết
Hanoi — Perayaan Tahun Baru Imlek atau Tết identik dengan sajian makanan berlimpah, mulai dari hidangan berlemak, olahan daging, makanan manis, hingga minuman beralkohol. Tradisi kuliner tersebut menjadi bagian penting dari perayaan keluarga. Namun di balik kenikmatan itu, risiko gangguan pencernaan seperti kembung, mual, sembelit, hingga gangguan lambung sering kali meningkat selama periode liburan.
Dokter dari Rumah Sakit Bạch Mai di Vietnam mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih makanan selama Tết. Ia menekankan bahwa beberapa jenis makanan dapat berfungsi layaknya “obat alami” bagi sistem pencernaan jika dikonsumsi secara tepat. Pilihan makanan yang benar dapat membantu menjaga keseimbangan saluran cerna sekaligus mencegah gangguan kesehatan akibat pola makan berlebihan.
Pentingnya Menjaga Kesehatan Pencernaan Saat Tết
Selama Tết, pola makan masyarakat cenderung berubah drastis. Frekuensi makan meningkat, jam makan tidak teratur, dan jenis makanan yang dikonsumsi lebih berat dari biasanya. Hidangan khas seperti kue beras ketan, daging berlemak, serta makanan yang digoreng atau diasinkan dapat membebani lambung dan usus.
Menurut dokter spesialis pencernaan di Rumah Sakit Bạch Mai, gangguan pencernaan saat Tết umumnya dipicu oleh:
- Konsumsi makanan tinggi lemak dan protein dalam jumlah besar
- Kurangnya asupan serat
- Konsumsi alkohol berlebihan
- Jadwal makan yang tidak teratur
- Kurangnya aktivitas fisik
Karena itu, menjaga keseimbangan nutrisi menjadi kunci utama agar sistem pencernaan tetap bekerja optimal selama masa perayaan.
Makanan yang Disebut Sebagai “Obat Alami” untuk Pencernaan
Berikut beberapa jenis makanan yang direkomendasikan oleh dokter sebagai penunjang kesehatan saluran cerna selama Tết:
1. Yogurt dan Makanan Fermentasi
Yogurt dikenal kaya akan probiotik, yaitu bakteri baik yang membantu menjaga keseimbangan mikroflora usus. Ketika seseorang mengonsumsi makanan berlemak atau berat, probiotik dapat membantu mempercepat proses pencernaan serta mengurangi risiko kembung dan gangguan lambung.
Selain yogurt, makanan fermentasi tradisional seperti acar sayuran juga dapat membantu merangsang produksi enzim pencernaan. Namun, konsumsinya tetap perlu dibatasi agar tidak berlebihan, terutama bagi penderita gangguan lambung sensitif.
Yogurt menjadi pilihan yang sederhana namun efektif untuk membantu menstabilkan kondisi pencernaan setelah menyantap hidangan khas Tết yang berat.
2. Jahe dan Madu
Jahe telah lama dikenal sebagai bahan alami yang membantu meredakan mual dan memperbaiki fungsi pencernaan. Kandungan senyawa aktif dalam jahe mampu merangsang produksi cairan lambung dan mempercepat pengosongan lambung.
Mengonsumsi air jahe hangat yang dicampur madu dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman setelah makan berlebihan. Selain itu, minuman ini juga membantu menjaga suhu tubuh dan meningkatkan sirkulasi darah, terutama saat cuaca dingin.
Dokter menyarankan agar air jahe dikonsumsi dalam jumlah wajar, terutama setelah makan berat atau setelah mengonsumsi minuman beralkohol.
3. Sayuran Hijau Kaya Serat
Sayuran hijau seperti sawi, bayam, brokoli, dan kubis mengandung serat tinggi yang penting untuk menjaga kelancaran sistem pencernaan. Serat membantu memperlancar pergerakan usus serta mencegah sembelit yang kerap terjadi akibat konsumsi daging berlebihan.
Selama Tết, banyak orang cenderung mengurangi konsumsi sayuran dan lebih fokus pada hidangan utama berbahan dasar daging. Padahal, keseimbangan antara protein dan serat sangat penting untuk mencegah gangguan pencernaan.
Menambahkan porsi sayuran dalam setiap hidangan dapat membantu menjaga sistem cerna tetap stabil.
4. Ubi dan Kentang
Ubi jalar dan kentang termasuk sumber karbohidrat yang lebih mudah dicerna dibandingkan makanan olahan tinggi lemak. Kandungan pati dan seratnya membantu melapisi dinding lambung serta mengurangi iritasi akibat makanan pedas atau berminyak.
Ubi jalar juga dikenal membantu mengatur kadar gula darah serta memberikan energi yang stabil. Ini menjadikannya alternatif karbohidrat yang lebih sehat selama perayaan.
5. Air Kelapa
Air kelapa segar mengandung elektrolit alami yang membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh. Minuman ini sangat bermanfaat bagi mereka yang mengalami gangguan pencernaan ringan atau dehidrasi akibat konsumsi alkohol.
Air kelapa juga membantu menenangkan lambung serta mempercepat pemulihan tubuh setelah makan berat.
Prinsip Pola Makan Sehat Saat Tết
Selain memilih makanan yang tepat, dokter dari Bạch Mai juga menekankan beberapa prinsip penting:
• Makan Secara Teratur
Hindari melewatkan waktu makan lalu menggantinya dengan makan dalam jumlah besar sekaligus. Pola ini dapat memicu produksi asam lambung berlebihan.
• Makan Perlahan
Mengunyah makanan dengan baik membantu proses pencernaan sejak awal dan mengurangi beban kerja lambung.
• Batasi Alkohol
Alkohol dapat mengiritasi lapisan lambung dan meningkatkan risiko gastritis. Konsumsi sebaiknya dibatasi atau diimbangi dengan air putih dan makanan berserat.
• Tetap Aktif
Aktivitas ringan seperti berjalan kaki setelah makan membantu mempercepat metabolisme dan mencegah rasa begah.
Perhatian Khusus bagi Penderita Gangguan Lambung
Bagi individu dengan riwayat penyakit lambung, radang usus, atau gangguan pencernaan kronis, perayaan Tết dapat menjadi periode yang berisiko tinggi. Dokter menyarankan agar:
- Tetap mengonsumsi obat sesuai resep
- Menghindari makanan terlalu pedas dan berminyak
- Tidak menunda makan
- Membawa obat pribadi saat bepergian
Kesadaran akan kondisi tubuh sendiri sangat penting agar perayaan tetap berlangsung aman dan nyaman.
Menikmati Tết Tanpa Mengorbankan Kesehatan
Perayaan Tết adalah momen kebersamaan dan sukacita. Namun, menjaga kesehatan tetap harus menjadi prioritas. Dengan memilih makanan yang tepat seperti yogurt, jahe, sayuran hijau, ubi, dan air kelapa, masyarakat dapat menikmati hidangan khas tanpa membebani sistem pencernaan.
Keseimbangan nutrisi, kontrol porsi, serta pola makan yang teratur menjadi fondasi utama dalam menjaga kesehatan selama masa liburan panjang.
Dokter Bạch Mai menegaskan bahwa pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Dengan kesadaran dan pengaturan pola makan yang bijak, gangguan pencernaan saat Tết dapat diminimalkan.
Kesimpulan
Rekomendasi dokter dari Rumah Sakit Bạch Mai menyoroti pentingnya memilih makanan penunjang pencernaan saat Tết. Yogurt, jahe, sayuran berserat, ubi, dan air kelapa disebut sebagai pilihan yang dapat membantu menjaga sistem cerna tetap sehat.
Dengan menerapkan pola makan seimbang dan disiplin, masyarakat dapat menikmati suasana Tết tanpa harus menghadapi gangguan pencernaan yang mengganggu momen kebersamaan.

