Operasi Senyap Berhasil: 4 Anggota KKB Ditangkap, Penembak Pesawat Smart Air Terciduk
Jakarta – Aparat gabungan yang tergabung dalam Satgas Operasi Damai Cartenz kembali menunjukkan taringnya. Empat anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) berhasil dibekuk di Yahukimo, Papua Pegunungan—wilayah yang selama ini kerap menjadi titik panas aksi kekerasan bersenjata.
Penangkapan ini bukan operasi biasa. Dua dari empat orang yang diamankan diduga kuat terlibat dalam aksi penembakan pesawat Smart Air PK-SNR di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan—insiden yang sempat mengguncang keamanan penerbangan di kawasan tersebut.
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo, mengungkapkan bahwa kelompok yang terlibat dalam penembakan pesawat itu diperkirakan berjumlah sekitar 20 orang. Aparat kini terus memburu anggota lain yang diduga berada dalam jaringan yang sama.
Dua tersangka yang telah ditangkap, berinisial GW dan EH, saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif. Penyidik mendalami peran masing-masing, termasuk kemungkinan keterlibatan langsung dalam aksi penembakan maupun dukungan logistik dan perencanaan.
Operasi ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan aparat untuk menekan eskalasi kekerasan bersenjata di Papua. Penegakan hukum ditegaskan akan terus dilakukan guna memastikan stabilitas keamanan, khususnya di wilayah rawan yang berdampak langsung pada keselamatan warga sipil dan aktivitas penerbangan.
“Dari sekitar 20 orang yang diduga terlibat dalam penembakan terhadap awak pesawat perintis Smart Air pada 11 Februari, dua orang telah berhasil diidentifikasi dan saat ini masih dalam proses pendalaman lebih lanjut,” kata Yusuf dalam keterangannya, dilansir BeritaSekarang.id, Senin(16/2/2026).
Selain memburu para pelaku, aparat juga menggali keterangan dari para penumpang pesawat Smart Air yang selamat dari insiden mencekam tersebut. Kesaksian mereka menjadi kunci untuk merekonstruksi detik-detik penyerangan yang terjadi di landasan.
Dari hasil pendalaman awal, para pelaku disebut datang dengan persiapan matang. Mereka membawa senjata api serta berbagai jenis senjata tajam saat melancarkan aksinya. Fakta ini semakin menguatkan dugaan bahwa serangan tersebut bukan tindakan spontan, melainkan bagian dari pola kekerasan terorganisasi.
“Diperkirakan terdapat tiga hingga empat senjata api laras panjang yang digunakan pelaku, sementara lainnya membawa senjata tajam seperti tombak, paanh dan parang. Jenis dan asal senjata api masih dalam proses identifikasi,” jelasnya.
Yusuf menegaskan, pengejaran terhadap para pelaku lainnya masih terus dilakukan tanpa henti. Aparat memperluas operasi dan menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi jalur pergerakan kelompok tersebut.
Untuk mengantisipasi potensi gangguan lanjutan, sejumlah personel kepolisian juga telah diterjunkan guna memperketat pengamanan di wilayah Boven Digoel. Langkah ini dilakukan demi memastikan situasi tetap kondusif serta menjamin keamanan masyarakat dan aktivitas penerbangan di kawasan tersebut.
- Kesimpulan
Penangkapan empat anggota KKB menjadi sinyal kuat bahwa aparat tidak tinggal diam menghadapi aksi kekerasan bersenjata di Papua. Meski dua terduga pelaku penembakan pesawat Smart Air telah diamankan dan diperiksa intensif, operasi belum berakhir. Jaringan yang diduga melibatkan sekitar 20 orang masih terus diburu.
Dengan mengandalkan keterangan saksi selamat, pendalaman barang bukti, serta penyisiran wilayah rawan, aparat berupaya membongkar secara menyeluruh pola serangan yang terindikasi terorganisasi dan terencana. Pengamanan di Boven Digoel pun diperketat untuk mencegah gangguan lanjutan.
Langkah ini menegaskan komitmen penegakan hukum sekaligus perlindungan terhadap masyarakat sipil dan keselamatan penerbangan. Pesannya jelas: setiap aksi teror bersenjata akan direspons tegas, dan para pelakunya akan terus diburu hingga tuntas.

