Mengenal Kekuatan IRGC, Pasukan Elite Iran yang Masuk Daftar Teroris Uni Eropa
eberhasilan aparat keamanan Iran dalam meredam gelombang demonstrasi besar-besaran, meski disertai jatuhnya korban jiwa, memicu reaksi keras dari komunitas internasional. Uni Eropa kemudian mengambil langkah tegas dengan menetapkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) sebagai organisasi teroris.
Keputusan tersebut menandai eskalasi serius dalam hubungan antara Teheran dan negara-negara Barat. Langkah Uni Eropa semakin menguat setelah Prancis secara resmi menyatakan dukungannya, membuka jalan bagi konsensus di tingkat blok untuk melabeli IRGC sebagai entitas teroris.
Penetapan ini tidak hanya mencerminkan kecaman terhadap penanganan demonstrasi di dalam negeri Iran, tetapi juga memperlihatkan meningkatnya kekhawatiran Eropa terhadap peran dan pengaruh IRGC, baik di dalam negeri maupun dalam dinamika keamanan kawasan.
Prancis sebelumnya sempat bersikap hati-hati dan maju mundur, didorong oleh kekhawatiran bahwa keputusan tersebut dapat berdampak pada hubungan diplomatik bilateral serta keamanan warga negaranya di Teheran.
Saat ini, dua warga negara Prancis diketahui masih berada di Kedutaan Besar Prancis di Teheran, setelah dibebaskan dari penjara Iran pada tahun lalu. Keberadaan mereka menjadi salah satu pertimbangan utama Paris dalam menimbang langkah politik terhadap Iran.
“Prancis akan mendukung penetapan IRGC sebagai organisasi teroris oleh Uni Eropa,” kata Menteri Luar Negri Prancis Jean-Noel barrot di X pada Rabu dimana (28/1).
“Penindasan yang tak terkalahkan terhadap aksi damai rakyat Iran tidak boleh dibiarkan begitu saja. Keberanian luar biasa yang mereka tunjukakn dalam menghadapi kekerasan yang membabi buta tidak boleh sia-sia,” lanjut Barrot.
- Seberapa Kuat Kekuatan IRGC?
Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) dibentuk tak lama setelah Revolusi Islam 1979. Lembaga ini dirancang sebagai benteng utama untuk melindungi sistem pemerintahan ulama Syiah, dengan mandat strategis di bidang pertahanan, keamanan, dan stabilitas rezim.
Seiring waktu, peran IRGC berkembang jauh melampaui fungsi militer semata. Institusi ini kini memiliki pengaruh luas di sektor pertahanan, ekonomi, dan politik. Mengutip Encyclopaedia Britannica, IRGC merupakan cabang angkatan bersenjata paling kuat di Iran, beroperasi secara independen dari militer reguler dan hanya bertanggung jawab langsung kepada Pemimpin Tertinggi Iran. Strukturnya mencakup angkatan darat, angkatan laut, angkatan udara, serta unit intelijen tersendiri.
Salah satu kekuatan utama IRGC terletak pada kapabilitas intelijennya, yang kerap disebut setara dengan Mossad, badan intelijen Israel. Secara historis, setelah jatuhnya rezim Shah Mohammad Reza Pahlavi, badan intelijen lama Iran, SAVAK, dibubarkan. Sebagian mantan anggotanya kemudian bergabung dalam struktur intelijen pasca-revolusi, yang menjadi fondasi penguatan intelijen IRGC. Pada masa awal revolusi, unit intelijen ini berada langsung di bawah kendali Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran.
Selain kekuatan intelijen, IRGC juga memiliki kapabilitas militer lengkap di darat, laut, dan udara, termasuk Pasukan Quds, unit elite yang bertanggung jawab atas operasi eksternal dan pengaruh Iran di kawasan.
Saat ini, IRGC diperkirakan memiliki sekitar 125.000 personel aktif, terdiri dari unit angkatan darat, laut, dan udara. Organisasi ini juga mengendalikan milisi Basij, pasukan paramiliter berbasis ideologi yang kerap digunakan untuk mengamankan stabilitas internal, termasuk dalam menghadapi demonstrasi antipemerintah.
Di luar IRGC, Iran juga memiliki Kementerian Intelijen dan Keamanan (Ministry of Intelligence and Security/MOIS) yang dibentuk pada 1983. Lembaga ini bertugas mengonsolidasikan aktivitas intelijen pasca-revolusi, menjalankan operasi dalam dan luar negeri, serta berfokus pada kontraintelijen dan keamanan domestik. MOIS dikenal luas karena perannya dalam penindasan oposisi dan operasi intelijen lintas negara.
Dalam praktiknya, IRGC dan MOIS bekerja secara sinergis, membentuk poros utama keamanan Iran dalam menghadapi ancaman, baik dari dalam negeri maupun dari luar perbatasan.
- Kesimpulan
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) merupakan pilar utama kekuatan negara pasca-Revolusi Islam 1979, dengan peran yang melampaui fungsi militer konvensional. Sebagai institusi yang bertanggung jawab langsung kepada Pemimpin Tertinggi Iran, IRGC menguasai spektrum strategis mulai dari pertahanan, intelijen, hingga pengaruh politik dan ekonomi. Didukung struktur militer lengkap, jaringan intelijen kuat, serta kendali atas milisi Basij, IRGC menjadi instrumen utama Teheran dalam menjaga stabilitas internal dan menghadapi ancaman eksternal. Sinerginya dengan Kementerian Intelijen Iran (MOIS) semakin memperkokoh posisi IRGC sebagai tulang punggung sistem keamanan nasional, sekaligus menjelaskan mengapa institusi ini berada di pusat perhatian dan kontroversi internasional.

