BeritaTeknologi

Geger! Ilmuwan Temukan ‘Kota Hilang’ di Gunung Bawah Laut Arktik, Penuh Kehidupan Misterius

JAKARTA, beritasekarang.id – Lautan dalam kembali menyimpan kejutan yang membuat dunia sains terperangah. Sebuah tim peneliti internasional baru saja mengumumkan penemuan ladang ventilasi hidrotermal masif yang tersembunyi jauh di kedalaman Samudra Arktik.

Saking megah dan kompleksnya struktur yang ditemukan, para ilmuwan menjulukinya sebagai “Kota yang Hilang” (The Lost City) versi kutub utara. Penemuan ini mematahkan anggapan bahwa dasar laut Arktik adalah gurun yang mati dan dingin.

Bukan Reruntuhan Manusia, Tapi “Kota” Kehidupan

Jangan bayangkan reruntuhan Atlantis dengan gedung-gedung kuno buatan manusia. “Kota” yang dimaksud di sini adalah serangkaian menara batu alami setinggi gedung bertingkat yang terbentuk dari endapan mineral selama ribuan tahun.

Struktur cerobong raksasa ini menyemburkan air panas yang kaya mineral ke lautan yang beku. Pemandangan ini menciptakan lanskap surealis yang mirip dengan gedung pencakar langit di kota metropolitan, namun berada di kegelapan abadi dasar laut.

“Ini seperti menemukan oasis di tengah gurun pasir. Di sekelilingnya gelap dan dingin, tapi di titik ini ada kehidupan yang meledak-ledak,” ungkap salah satu peneliti utama dalam laporannya.

Ekosistem Langka yang Terisolasi

Yang paling mencengangkan dari penemuan di punggungan gunung bawah laut ini adalah keanekaragaman hayati yang menghuninya. Di sekitar “cerobong asap” bawah laut ini, ilmuwan menemukan ekosistem mandiri yang berkembang biak tanpa sinar matahari.

Berbagai spesies aneh dan langka ditemukan, mulai dari cacing tabung raksasa, udang buta, hingga bakteri purba yang memakan bahan kimia beracun (kemosintesis). Mereka hidup dari panas bumi dan mineral yang dimuntahkan oleh perut bumi.

Kunci Asal-Usul Kehidupan?

Penemuan “Kota Hilang” di Arktik ini bukan sekadar menambah peta bawah laut. Para astrobiolog (ilmuwan yang mempelajari kehidupan di luar bumi) sangat antusias karena kondisi ekstrem di lokasi ini diyakini mirip dengan kondisi di bulan-bulan es milik Jupiter (Europa) atau Saturnus (Enceladus).

Jika kehidupan bisa tumbuh subur di “Kota Hilang” Arktik yang ekstrem ini, besar kemungkinan kehidupan serupa juga bisa ditemukan di lautan bawah permukaan planet lain di tata surya kita.

Ekspedisi lanjutan kini tengah disiapkan untuk mengambil sampel lebih banyak dan memetakan seberapa luas “kota” misterius ini sebenarnya.