Update Kecelakaan Pesawat ATR 42-500: Identitas 7 Korban Selesai Diungkap Tim DVI
Makassar, Indonesia — Tim Disaster Victim Identification (DVI) berhasil menyelesaikan identifikasi tujuh jenazah korban dari kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Pengumuman ini disampaikan oleh pihak berwenang setempat setelah menerima kantong jenazah dari tim pencarian dan penyelamatan.
Kecelakaan ini terjadi pada 17 Januari 2026 saat pesawat yang dioperasikan oleh Indonesia Air Transport hilang kontak dalam rute dari Yogyakarta ke Makassar. Pesawat membawa total sepuluh penumpang dan awak, termasuk tujuh kru dan tiga penumpang, yang semuanya dinyatakan tewas dalam insiden ini.
Proses Identifikasi Korban
Menurut keterangan Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, ketujuh jenazah yang berhasil diidentifikasi telah dicocokkan dengan data dalam manifest pesawat menggunakan metode forensik yang komprehensif, termasuk pemeriksaan sidik jari, catatan medis, dan barang pribadi.
Selain ketujuh korban yang baru diungkap, tiga korban lainnya sudah lebih dulu dikenali dan telah diserahkan kepada keluarga masing-masing. Dengan demikian, tim DVI telah mengonfirmasi identitas keseluruhan sepuluh korban dari kecelakaan tragis ini.
Detil Korban yang Diidentifikasi
Daftar korban yang teridentifikasi mencakup kombinasi awak dan penumpang pesawat. Beberapa nama yang telah diumumkan antara lain:
- Yoga Nouval Prakoso (penumpang, aerial photograph operator),
- Ferry Irawan (penumpang),
- Muhammad Farhan Gunawan (first officer),
- Hariadi (awak pesawat),
- Dwi Murdiono (awak pesawat),
- Restu Adi Pribadi (awak pesawat), dan
- Andi Dahananto (pilot).
Sebelumnya, identifikasi lebih awal juga telah dilakukan atas beberapa korban seperti Esther Aprilita Binarsit Sianipar dan Florencia Lolita Wibisono, serta penumpang Deden Maulana.
Proses Evakuasi dan Tindak Lanjut
Evakuasi korban dilakukan oleh tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan di medan pegunungan yang berat di Bulusaraung. Operasi ini sempat berlangsung beberapa hari mengingat kondisi wilayah yang terjal serta cuaca yang berubah-ubah.
Black box dari pesawat juga telah ditemukan dan diamankan untuk dianalisis oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), yang akan mendalami penyebab kecelakaan.
Related Keywords:
kecelakaan pesawat ATR 42-500, identifikasi korban DVI, tragedi ATR Makassar, Basarnas ATR 42-500, update korban pesawat
