Politik

Prabowo Meneteskan Air Mata saat Menjadi Saksi Nikah Sekretaris Pribadinya

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menunjukkan momen emosional ketika ia menyaksikan prosesi ijab kabul pernikahan Sekretaris Pribadinya (sespri), Agung Surahman, dengan Aulia Mahardiana Warsitoarti, di Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Minggu, 18 Januari 2026. Dalam momen sakral itu, Prabowo tampak meneteskan air mata haru sebagai saksi nikah dari pihak mempelai pria, mencerminkan kedekatan personal dan dukungan kuat terhadap bawahannya.

Prosesi akad nikah berlangsung hikmat pada pagi hari, diawali dengan pembacaan ayat suci Al‑Qur’an dan nasihat dari penghulu. Agung Surahman melafalkan ijab kabul dengan lantang dalam satu tarikan napas, yang kemudian disusul dengan pengucapan “sah” oleh para saksi, termasuk Presiden Prabowo dan Presiden RI ke‑7 Joko Widodo (Jokowi) dari pihak mempelai perempuan.

Saat kata “sah” terucap, suasana berubah menjadi sangat emosional bagi Prabowo. Ia terlihat mengambil tisu dan menyeka air mata yang jatuh dari wajahnya. Aksi ini menjadi salah satu momen paling menyentuh dari keseluruhan rangkaian acara, dan sempat menjadi perbincangan di kalangan tamu undangan serta publik yang menyaksikan lewat tayangan video resmi.

Peran Prabowo dan Jokowi sebagai Saksi

Prabowo bertindak sebagai saksi nikah dari pihak Agung, sedangkan Jokowi menjadi saksi dari pihak Aulia. Kehadiran kedua presiden dalam acara ini bukan sekadar formalitas, tetapi juga mencerminkan hubungan penuh rasa hormat antara pimpinan negara dan stafnya, serta hubungan persahabatan antara kedua tokoh negara.

Duduk di sisi kanan dan kiri meja akad, Prabowo dan Jokowi mengenakan setelan jas formal serta kopiah hitam. Setelah prosesi akad selesai, keduanya langsung memberikan ucapan selamat kepada pasangan pengantin beserta keluarga mereka. Momen hangat itu termasuk gesture persahabatan khas antara Prabowo dan Agung Surahman, di mana Prabowo sempat mengetuk dahi Agung dengan kepalan tangan sebagai simbol dukungan dan kebanggaan.

Kehadiran Tokoh Pemerintahan dan Nuansa Acara

Acara pernikahan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara dan pejabat pemerintahan. Beberapa di antaranya termasuk Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, serta beberapa wakil menteri dan kepala lembaga negara lain. Kehadiran tokoh‑tokoh ini turut memperkaya nuansa formal dan kekeluargaan di sepanjang prosesi akad.

Dekorasi gedung dipenuhi dengan ornamen yang elegan namun tetap sederhana, menggambarkan suasana sakral sekaligus penuh kebahagiaan. Tampak pula keluarga besar kedua mempelai tampil anggun dengan busana adat Jawa berwarna serasi yang menambah nuansa tradisional pada acara tersebut.

Reaksi dan Perhatian Publik

Momen Prabowo yang meneteskan air mata tidak hanya menyentuh para tamu undangan, tetapi juga menarik perhatian luas masyarakat setelah video prosesi tersebut menyebar di media sosial dan kanal berita. Banyak warganet mengapresiasi sisi humanis Prabowo, yang jarang terlihat dalam keseharian publik figur di panggung politik.

Menurut pengamat sosial, reaksi emosional pemimpin negara di acara personal seperti pernikahan bawahannya menunjukkan sisi kemanusiaan yang kuat, serta mencerminkan nilai hubungan interpersonal yang sehat di lingkungan pemerintahan. Momen tersebut mampu memberikan perspektif baru tentang bagaimana pejabat publik dapat menunjukkan empati dan dukungan emosional di luar tugas kenegaraan.

Agenda Prabowo Usai Acara

Usai menghadiri akad nikah, Prabowo menyelesaikan sesi foto bersama pasangan pengantin dan tamu undangan. Ia kemudian melanjutkan agenda ke Pangkalan Udara TNI AU (Lanud) Halim Perdanakusuma untuk bertolak ke London, Inggris, sebagai bagian dari kunjungan luar negeri yang telah dijadwalkan sebelumnya.

Momen emosional ini menjadi salah satu sorotan penting dalam aktivitas nasional Presiden Prabowo Subianto, yang memperlihatkan keseimbangan antara tugas negara dan momen pribadi yang mengikat secara emosional dengan orang‑orang di lingkungan kerja dan kehidupan pribadinya.